Tentang Melahirkan Caesar Yang Wajib Diketahui Wanita Hamil!!!

Tentang Melahirkan Caesar

tentang melahirkan caesar
tentang melahirkan caesar

Tentang melahirkan caesar – Selain nutrisi untuk bayi, olahraga juga dilakukan oleh wanita hamil supaya dapat melahirkan normal atau alami. Persalinan secara normal membuat seorang wanita dapat merasakan menjadi seorang ibu yang sebenarnya dan melahirkan secara normal memiliki resiko kecil untuk merasakan sakit setelah melahirkan. Tetapi terkadang juga memikirkan jika akan melahirkan caesar secara dadakan, memang banyak yang takut untuk persalinan yang satu ini. Karena persalinan caesar merupakan persalinan yang melalui jalur operasi dan setelah melahirkan barulah merasakan sakitnya. Berikut penjelasan tentang melahirkan caesar yang harus diketahui.

Tak peduli apapun proses kelahirannya nanti baik yang di rencanakan atau tidak direncanakan, tidak dipungkiri jika proses persalinan caesar dapat saja ibu pilih menjadi jalur untuk melahirkan. Sementara tingkat persalinan caesar baru-baru ini menurun untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Dari 32,2% pada tahun 2009 menjadi 32,8 % pada tahun 2010, wanita yang melahirkan caesar di Amerika Serikat masih mendekati 1dalam 3 dan sekitar 61% dari mereka adalah operasi pertama kali.

tentang melahirkan caesar

tentang melahirkan caesar

Tentang Melahirkan Caesar Menurut Islam

Operasi caesar untuk mengeluarkan janin yang tidak bisa dikeluarkan dari rahim ibu secara normal sebenarnya bukan praktik yang asing dalam peradaban Islam sejak lama. sayangnya, sejumlah catatan sejarah medis dari akhir abad lalu telah keliru karena menganggap Islam melarang operasi caesar. Pendapat ini telah berkali-kali dikutip tanpa memeriksa keakuratannya. Melahirkan caesar sebenarnya diperbolehkan jika memang ada alasan medis yang darurat. Hukum operasi caesar ini sendiri dilihat dari sisi kepentingan wanita hamil atau janin, diantaranya:

  • Yang dimaksud dalam keadaan darurat dalam melahirkan caesar

Adanya kekhawatiran terancamnya jiwa sang ibu seperti untuk ibu yang mengalami kejang dalam kehamilan, mempunyai penyakit jantung, persalinan tiba-tiba macet, pendarahan banyak selama kehamilan, infeksi dalam rahim dan dinding rahim yang menipis akibat bedah caesar atau operasi rahim sebelumnya. Maka dari itu wajib ibu tau tentang melahirkan caesar untuk menyelamatkan jiwa bayi.

Sedangkan operasi caesar yang dilakukan untuk menyelamatkan jiwa sang ibu dan juga janin secara bersamaan adalah ketika air ketuban pecah, namun belum ada kontraksi akan melahirkan, bayi terlilit tali pusar sehingga tidak dapat keluar secara normal, usia bayi belum matang atau bayi lahir prematur, posisi bayi sungsang dan lain-lain. Dalam ketiga keadaan seperti ini, menurut pendapat yang benar, dibolehkan dilakukan operasi caesar untuk menyelamatkan jiwa ibu dan janin. Dalil-dalilnya sebagai berikut:

“Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”. (QS. Al-Maidah: 32)

baca juga : Buah Pasca Operasi Caesar Yang Baik Dikonsumsi

Dalam ayat ini Allah memuji setiap orang yang memelihara kehidupan manusia, termasuk didalamnya orang yang menyelamatkan ibu dan janin dari kematian dengan melakukan pembedahan pada perut. Imam Ibu Hazm berkata: “Jika seseorang ibu yang hamil meninggal duai, sedangkan bayinya masih hidup dan bergerak dan sudah berumur enam bulan, maka dilakukan pembedahan perutnya dengan memanjang untuk mengeluarkan bayi tersebut, ini berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Maidah: 32. Dan barang siapa membiarkan bayi tersebut di dalam sampai mati, maka orang tersebut dikategorikan pembunuh.”

Keadaan Hajiyat dalam operasi bedah caesar adalah adanya kekhawatiran terjadinya bahaya atau sesuatu yang tidak baik, seperti cacat permanen dan lainnya, yang akan menimpa ibu atau janin, atau keduanya secara bersamaan. Namun bahaya ini tidak sampai pada terancamnya jiwa ibu atau janin. Seperti halnya jika lingkar rongga panggul yang lebih kecil dari ukuran janin, sehingga akan kesulitan ketika melahirkan secara normal. usia ibu yang terlalu tua, kelainan letak plasenta, ukuran bayi yang terlalu besar atau terjadi bayi kembar.

Dalam keadaan hajiyat ini, melahirkan caesar boleh dilakukan, karena hajiyat kadang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga sebagian ulama menyamakan kedudukannya dengan darurat. Oleh karena itu, mereka meletakkan kaidah fiqhiyat sebagai berikut: “Kebutuhan itu disamakan dengan keadaan darurat, baik yang bersifat umum, maupun khusus” (Ibnu Nujaim di dalam al-Asybah wa an-Nadhair, hlm: 100, Imam Sayuthi di dalam al-Asybah wa an-Nadhir, hlm: 88)

Keadaan Tahsiniyat di dalam melahirkan caesar adalah adanya keinginan dari pasien atau yang mewakilinya untuk bisa mencapai sesuatu yang merupakan pelengkap di dalam kehidupannya, yang sebenarnya hal itu tidak mengancam jiwanya atau tidak menyebabkan bahaya jika tidak dilakukan operasi caesar. Misalnya seorang istri yang melakukan operasi caesar dengan harapan bisa membahagiakan suaminya, karena jalan lahir bayi masih utuh, sehingga organ kewanitaannya sama seperti sebelum melahirkan atau sekadar ingin menentukan tanggal kelahiran sesuai yang dikehendaki atau tidak mau berlama-lama menjalani proses persalinan normal yang kadang membutuhkan waktu berjam-jam atau hanya sekadar ingin menghindari rasa sakit ketika melahirkan secara normal.

Operasi caesar dalam kondisi ini haram hukumnya. Sebab tidak boleh bagi seseorang untuk berbuat sesuatu terhadap dirinya kecuali dengan izin syariat. Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsmaimin rahimahumullah pernah ditanya: ” Allah berfirman dalam QS. An Naba ayat 20, bahwa Allah menjamin untuk memudahkan proses kelahiran ini. Dan banyak orang, baik laki-laki maupun wanita, terburu-buru mengambil solusi dengan operasi caesar, apakah hal ini dikategorikan lemahnya bertawakal kepada Allah?” Jawaban beliau: “Menurut pendapatku, cara yang banyak digunakan orang pada saat ini atau yang disebut operasi caesar, aku melihat bahwa ini adalah bisikan setan dan bahayanya lebih besar daripada manfaatnya. Karena mau tidak mau, wanita pasti merasakan rasa sakit ketika hendak melahirkan normal, akan tetapi ada pelajaran yang terdapat pada rasa sakit tersebut:

  • Rasa sakit tersebut akan menggugurkan dosa-dosanya.
  • Akan mengangkat derajatnya jika ia bersabar dan mengharap pahala dari sisi Allah.
  • Seorang wanita yang menyadari posisi seorang ibu, pastinya seorang ibu akan merasakan apa yang ia rasakan.
  • Ia akan semakin merasakan betapa nikmatnya sehat.
  • Menambah rasa sayang dan rindunya kepada sang anak. Sebab, setiap kali si anak mengalami kesulitan, sang ibu akan
  • merasa lebih kasihan dan merindukannya.
  • Anak atau bayi dalam kandungan ini keluar dari tempat yang normal dan alami, dalam hal ini ada kebaikan bagi sang ibu dan anak.
  • Ada madharat yang dialami wanita tersebut dengan menempuh operasi caesar, karena operasi tersebut akan melemahkan usus, rahim, dan yang selainnya.
tentang melahirkan caesar
tentang melahirkan caesar
Penjelasan Tentang Melahirkan Caesar Yang Darurat dan Terencana

Kondisi melahirkan caesar dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah kesehatan pada ibu atau ibu menderita penyakit, sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan normal. Caesar bisa dilakukan secara elektif atau darurat (emergency), elektif maksudnya operasi ini bisa dilakukan dengan perencanaan yang matang jauh-jauh hari sebelum proses persalinan. Sedangkan emergency berarti caesar dilakukan ketika proses persalinan sedang berlangsung namun karena suatu keadaan kegawatan maka operasi caesar harus segera dilakukan.

baca juga : Tips Pemulihan Rahim Setelah Melahirkan Melalui Operasi Caesar

1. Tentang Melahirkan Caesar Darurat (Emergency)

Yang dimaksud operasi caesar darurat adalah jika operasi dilakukan ketika proses persalinan telah berlangsung. Hal ini terpaksa dilakukan karena ada masalah pada ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang memaksa terjadinya operasi caesar darurat, antara lain :

  • Persalinan macet
    Keadaan ini dapat terjadi pada fase pertama (fase lilatasi) atau fase kedua (ketika Anda mengejan). Jika persalinan macet pada fase pertama, dokter akan memberi obat yang disebut oksitosin untuk menguatkan kontraksi otot-otot rahim. Dengan demikian mulut rahim dapat membuka. Ada teknik lain, yaitu memecahkan selaput ketuban atau memberikan cairaan infus intrafena jika Anda kekurangan cairan /dehidrasi. Jika cara-cara itu tidak berhasil, maka operasi caesar akan dilakukan.

Jika persalinan macet pada fase kedua, dokter harus segera memutuskan apakah persalinan dibantu dengan vakum atau forsep atau perlu segera dilakukan operasi caesar. Hal yang menjadi   pertimbangan untuk melanjutkan persalinan pervaginam dengan alat (berbantu) atau operasi caesar, tergantung pada penurunan kepala janin didasar tanggul, keadaan tanggul ibu, dan ada tidaknya kegawatan pada janin.

Persalinan macet merupakan penyebab tersering operasi caesar. Beberapa alasan yang dijadikan pertimbangan ialah kontraksi tidak lagi efektif, janin terlalu besar semantara jalan lahir ibu sempit, dan posisi kepala janin yang tadak memungkinkan dilakukan penarikan dengan vakum maupun forsep.

  • Stres pada janin
    Ketika janin stres, dia akan kekurangan oksigen. Pada pemeriksaan klinik tanpak bahwa denyut jantung janin menurun. Secara normal, selama terjadi kontraksi denyut jantung janin menurun sedikit, namun akan kembali ke prekwensi asalnya, jika :
  • Prolaps tali pusat : jika tali pusat keluar melalui mulut rahim, dia bisa terjepit, sehingga suplai darah dan oksigen kejanin berkurang. Keadaan ini berbahaya jika janin dilahirkan secara normal lewat vagina, sehingga memerlukan tindakan operasi caesar segara.
  • Perdarahan : Jika Anda mengalami perdarahan yang banyak akibat plasenta terlepas dari rahim, atau karena alasan lain, maka harus dilakukan operasi caesar.
  • Stres janin berat : Jika denyut jantung janin menurun sampai 70x per menit, maka harus segera dilakukan operasi caesar. Normalnya denyut jantung janin adalah 120/160x per menit.

Terlepas dari itu semua, proses operasi caesar tidak semudah yang dibayangkan. Sang ibu harus menjalani beberapa tahap dan merasakan rasa sakit pasca operasi dan resikonya pun empat kali lebih besar daripada melahirkan secara alami atau normal.

baca juga : Berapa Jarak Normal Kehamilan Setelah Melakukan Caesar???

2. Tentang Melahirkan Caesar Terencana (elektif)

Pada operasi caesar terencana (elektif), operasi caesar telah direncanakan jauh hari sebelum jadwal melahirkan dengan mempertimbangkan keselamatan ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang menjadi pertimbangan untuk melakukan operasi caesar secara elektif, antara lain :

  • Janin dengan presentasi bokong : Dilakukan operasi caesar pada janin presentasi bokong pada kehamilan pertama, kecurigaan janin cukp besar sehingga dapat terjadi kemacetan persalinan (FETO PELPIC DISPROPORTION), janin dengan kepala menengadah (DEFLEKSI), janin dengan lilitan tali pusat, atau janin dengan presentasi kak, kepala, bokong, atau melintang. Masih mungkin dilakukan persalinan pervaginan jika persentasi kedua janin adalah kepala-kepala. Namun, dipikirkan untuk melakukan caesar pada kasus janin pertama/terbawah selain presentasi kepala.

Pada USG juga dilihat apakah masing-masing janin memiliki kantong ketuban sendiri-sendiri yang terpisah, atau keduanya hanya memiliki satu kantong ketuban. Pada kasus kehamilan kembar dengan janin hanya memiliki satu kantong ketuban, resiko untuk saling mengait/menyangkut satu sama lain terjadi lebih tinggi, sehingga perlu dilakukan caesar terencana.Pada kehamilan ganda dengan jumlah janin lebih dari dua (misal 3 atau lebih), disarankan untuk melakukan operasi caesar terencana.

  • Plasenta previa : artinya plasenta terletak dibawah dan menutupi mulut rahim. Karena sebelum lahir janin mendapat suplai makanan dan oksigen, maka tidak mungkin plasenta sebagai media penyuplai lahir/ lepas terlebih dulu dari janin karena dapat mengakibatkan kematian janin. Plasenta terdiri dari banyak pembuluh darah, lokasi plasenta yang menutupi jalan lahir, sangat rawan dengan terjadinya pendarahan. Apabila terjadi kontraksi pada rahim, maka sebagian plasenta yang kaya pembuluh darah ini akan terlepas dan menimbulkan pendarahan hebat yang dapat mengancam nyawa janin dan ibu.
  • Kondisi medis ibu : preeklamsia, kencing manis (diabetes militus), herpes, penderita HIV/AIDS, penyakit jantung. Penyakit paru kronik, atau tumor rahim (mioma) yang ukurannya besar atau menutupi jalan lahir, kista yang menghalangi turunnya janin,. Serta berbagai keadaan lain merupakan hal-hal yang menyebabkan operasi caesar lebih diutamakan.
  • Masalah pada janin : Misanya pada janin dengan oligohidramnion (cairan ketuban sedikit) atau janin dengan gangguan perkembangan.

Apa alasan yang membuat seseorang mengambil jalur operasi untuk persalinan?

Berikut beberapa alasan yang dapat saya sampaikan :

5 Alasan yang Mendorong Seseorang untuk Melahirkan caesar

Meski operasi caesar dilegalkan dalam situasi apa pun, beberapa orang memiliki alasan medis tertentu untuk melakukannya. Berikut ini ada 5 hal yang mewajibkan wanita melahirkan dengan cara bedah caesar.

  • Posisi Bayi SungsangBayi dikatakan dalam posisi sungsang apabila kepalanya tidak berada di jalan lahir. Jika diteruskan melalui persalinan normal, berisiko terhadap keselamatan bayi. Semisal, tali pusat terjepit sehingga peredaran darah dan oksigen pada janin menjadi terhambat.

baca juga : Cerita Perjuanganku ! Melahirkan Bayi Sungsang Secara Normal Tidak Dengan Caesar

  • Faktor Usia dan Kesehatan Sang IbuMeski kesehatan bisa ditunjang dengan vitamin untuk ibu hamil, faktor usia tetap memengaruhi penanganan kelahiran. Wanita yang hamil di usia 35 tahun keatas rentan terkena komplikasi. Karena itu, bayi harus lahir lewat operasi caesar.
  • Kondisi Jalan LahirSalah satu jalan lahir yang harus dilewati bayi adalah panggul. Jika tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, tindakan operasi harus dilakukan. Pasalnya, kondisi ini bisa mengakibatkan rahim robek, pendarahan, dan kematian.
  • Kelainan pada Janin yang Akan DilahirkanBentuk kelainan pada janin bermacam-macam, semisal makrosomia. Berat bayi yang mengidap makrosomia biasanya mencapai 5 kg. Kondisi tersebut mengharuskan ibu untuk melakukan operasi caesar.
  • Kelahiran Bayi KembarPada beberapa kasus, bayi kembar bisa dilahirkan secara normal. Namun, tidak semua ibu memiliki kondisi fisik yang kuat. Karena itu, disarankan untuk melahirkan lewat operasi caesar.

mitos-Mitos Tentang Melahirkan Caesar

  • Tidak Bisa Melakukan Skin-to-Skin Contact

Mitos pertama yang cukup sering terdengar dari proses bedah caesar adalah ibu tidak bisa melakukan kontak skin-to-skin dengan bayi sesaat setelah melahirkan. Faktanya, mereka yang melahirkan dengan cara ini tetap bisa melakukan kontak kulit dengan bayi ketika perut sedang dijahit.

  • ASI Tak Keluar

Mitos operasi caesar ini banyak menimbulkan kekhawatiran pada mereka yang ingin melahirkan lewat bedah caesar. Nyatanya, ASI yang tidak keluar sangat mungkin terjadi pada siapa pun, termasuk ibu yang melahirkan dengan cara “normal”. Inisiasi menyusui dini (IMD) pada ibu dengan operasi caesar bahkan bisa dilakukan ketika masih berada dalam ruang operasi. Bunda pun bisa meminta obat pereda nyeri pada dokter agar tidak merasakan sakit saat menyusui pertama kali.

  • Caesar Tidak Sakit

Saat proses operasi berlangsung, si ibu memang tidak akan merasa sakit karena sudah diberikan suntik anestesi (bius). Namun, tidak lama setelah biusnya habis, ibu akan mulai merasakan sakit yang cukup signifikan, tidak hanya berjam-jam, beberapa ibu bahkan merasakan nyerinya sampai beberapa minggu. Nah, masih mau bilang kalau melahirkan caesar itu tidak sakit?

  • Sekali Caesar, Selamanya Caesar

Mitos berikutnya adalah adanya anggapan bahwa mereka yang pernah melahirkan dengan bedah caesar, maka pada proses kelahiran berikutnya juga akan terus caesar. Faktanya, siapa pun bisa melahirkan secara “normal” pada kelahiran selanjutnya selama kondisi fisik dan psikisnya memungkinkan. Kuncinya adalah melakukan komunikasi dengan dokter seterbuka mungkin.

  • Kehidupan Seks Lebih Baik

Melebarnya otot-otot vagina dan rongga panggul setelah proses melahirkan “normal” dianggap sebagai salah satu penyebab berkurangnya rasa nikmat saat bercinta dengan pasangan. Namun, bedah caesar pun bukan merupakan jaminan kehidupan seks yang lebih baik. Tips paling jitu untuk mengembalikan kekencangan otot vagina adalah dengan rutin melakukan senam kegel. Selain tidak terlalu banyak gerakan, senam ini juga bisa dipraktikkan kapan saja.

  • Ibu Tak Sadar Selama Operasi

Saat operasi caesar berlangsung, ibu masih sepenuhnya terjaga karena hanya tubuh bagian bawahlah yang mendapat suntik bius/anestesi. Jadi, ibu pun masih bisa mendengar obrolan dokter atau suara alat medis yang dipakai saat tindakan bedah berlangsung.

  • Jadwal Bersalin Bisa Diatur Sesukanya

Salah satu keuntungan dari melahirkan dengan cara caesar adalah calon orang tua bisa menentukan/memilih tanggal bersalin sesuka hati. Namun, hal tersebut juga tidak bisa dijadikan patokan, sebab masih ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan baik-baik saat ingin melakukan caesar, salah satunya adalah cukup tidaknya usia janin. Untuk itu, komunikasikan dengan dokter kandungan atau bidan yang akan menangani proses bersalin Anda nantinya.

Sekian yang dapat saya sampaikan tentang melahirkan caesar, semoga hal ini dapat menambah pengetahuan Ibu yang akan memilih melahiran caesar.

*** Semoga Bermanfaat ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *