Resiko Bagi Ibu Yang Hamil Pada Usia 35 Tahun

Resiko Hamil Di Usia 35 Tahun

resiko hamil di usia 35 tahun
resiko hamil di usia 35 tahun

Resiko hamil di usia 35 tahun – Setelah pernikahan beberapa pasangan ada yang langsung dikaruniai momongan ada juga yang harus bersabar menunggu beberapa bulan bahkan ada yang sampai bertahun – tahun. Merasakan kehamilan pada saat usia – usia tertentu justru merupakan saat dimana seorang wanita akan mendekati masa penurunan kesuburan yaitu pada usia 35 tahun keatas. Saat ini banyak terjadi seorang wanita yang berusia 35 tahun mengalai proses kehamilan, dari segi medis dan juga kedokteran hal ini tergolong tidak wajar. Sebab selama seorang wanita belum mencapai masa menopause, maka kehamilan mungkin saja masih dapat terjadi.

Namun demikian, kondisi fisik dan kondisi Rahim serta kualitas dari sel telur yang dimiliki oleh wanita pada usia 35 tahun jelas berbeda dengan kualitas disik dan juga sel telur yang dimiliki oleh wanita usia 25 tahun. Ada banyak hal yang mempengaruhi mengapa wanita masih bisa hamil pada usia 35 tahun. Hal in berkaitan karena kedua pasanga yang memang belum dikaruniai anak atau memang memiliki niat yang kuat untuk memiliki anak lagi pada usia 35 tahun.

Memahami resiko kehamilan di usia 35 tahun

Usia pernikahan rata-rata meningkat di AS, begitu juga usia rata-rata ibu baru. Sekitar 11% bayi yang lahir di AS setiap tahun memiliki ibu di usia 35 tahun. Studi terbaru, telah menunjukkan bahwa wanita yang menunda melahirkan anak menghadapi beberapa resiko khusus. Seperti infertilitas, persalinan prematur komplikasi pendarahan, operasi caesar, kelainan kromosom pada bayi, retardasi pertumbuhan bayi, dan keguguran. Data awal terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa pada tahun 2016, untuk pertama kalinya dalam 3 dekade tingkat kelahiran di antara wanita berusia 30 hingga 34 melebihi yang berusia 25 hingga 29 tahun di Amerika Serikat.

Studi melaporkan bahwa orang mungkin menunda hingga usia 35 tahun atau lebih tua karena alasan tertentu. Alasan-alasan ini termasuk wanita mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi, membangun karir mereka, metode kontrasepsi yang disempurnakan, pergeseran sosial, dan budaya yang telah membuat wanita merasa tidak siap memiliki anak. Selain itu ada juga yang beralasan kurangnya pengasuhan anak, tingkat tunjangan yang rendah, kebijakan tempat kerja yang tidak fleksibel, ketidakpastian ekonomi atau perumahan, dan pengangguran. Wanita yang menjalani kehamilan di kemudian hari dapat menurunkan pilihan kesuburan, seperti IVF. Wanita hamil di usia 35 dan memiliki nayi pertama meraka telah disebut sebagai usia lanjut (AMA) atau ibu yang lebih tua. Istilah “usia lanjut” dan “lansia” memiliki konotasi negatif untuk seseorang yang usianya 35 tahun. Apakah resiko hamil di usia 35 tahun akan berbahaya untuk ibu dan bayi?

baca juga : Nutrisi Pasca Caesar Yang Baik Untuk Dikonsumsi Bunda

Resiko hamil di usia 35 tahun jika hal tersebut karena ibu menundanya akan mengakibatkan sperma berenang menuju telur dan kesuburan menurun baik pada pria maupun wanita. Wanita yang melahirkan bayi dengan sehat sepanjang usia 30-an dan seterusnya. Hanya saja resiko hamil di usia 35 tahun menjadi layak untuk didiskusikan. Sementara resiko ini menjadi sedikit lebih mungkin setelah mencapai 35 tahun, ini tidak berrati bahwa mereka akan memiliki dampak yang signifikan pada semua orang di usia pertengahan 30 dan lebih tua.

Berikut beberapa resiko hamil di usia 35 tahun yang bisa terjadi :

  • Meningkatnya Kemungkinan Keguguran

    Hal ini bisa terjadi karena sel telur yang dihasilkan kemunginan menurun kualitasnya, sehingga dapat menyebabkan janin tidak dapat berkembang sempurna. Kondisi ini yang nantinya akan mengalai keguguran, dimana sang janin mati dalam kandungan dan ibu akan mengalami pendarahan.

  • Bayi Lahir Prematur

    Kelahiran bayi premature adalah salah satu kondisi dimana bayi yang lahir sebelum waktunya ( sebelum 37 minggu). Bayi yang lahir secara premature akan mengalami banyak masalah dan gangguan, terutama gangguan kesehatan dan perkembangan pada fase hidup berikutnya.

  • Bayi Mengalami Cacat dan Kelainan Kromosom

    Sel telur yang dimiliki wanita pada usia diatas 35 tahun sudah mengalami penurunan, sehingga salah satu efek dan resiko yang terjadi adalah bayi yang lahir bisa saja mengalami kecacatan dan kelainan kromosom. Hal ini bukanlah suatu hal yang pasti, namun kondisi munculnya cacat dan kelainan kromosom memiliki resiko lebih tinggi.

  • Berat Badan Bayi Tidak Normal

    Hal ini merupakan dampak dari bayi lahir premature, selain itu kemungkinan bayi akan lemah dan daya tahan tubuhnya lemah. Menjaga kesehatan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan pada bayi yang lahir dengan berat badan kurang. Harus selalu perhatikan asupan gizi ibu, agar berat badan bayi bisa normal dan kembali pada fase kehidupan selanjutnya.

  • Gangguan Kesehatan Pada Ibu

    Dampak lainnya adalah kemungkinan ibu mengalami gangguan kesehatan, biasanya kekuatan fisik seorang wanita akan lebih menurun dibandingkan pada masa produktifnya. Kehamilan sendiri membutuhkan banyak tenaga dan juga energi, dengan masa kehamilan diatas usia 35 tahun ibu akan cepat merasa lelah dan letih karena beban kehamilan yang dirasakannya. Hal ini akan berdampak pada munculnya gangguan kesehatan yang ringan maupun kesehatan yang berat.

baca juga : Tips Pemulihan Rahim Setelah Melahirkan Melalui Operasi Caesar

  • Diabetes Gestational

    Resiko lainnya ibu akan mengalami munculnya gejala diabetes gestational. Kondisi kehamilan ini dapat menyebabkan kurang terkontrolnya produksi insulin dalam tubuh. Jika dikombinasikan dengan asupan gizi yang tidak teratur akan menyebabkan gula darah ibu naik. Asupan gizi untuk ibu-ibu hamil diatas 35 tahun hatus benar-benar diperhatikan agar tidak mengalami munculnya gejala diabetes.

Apakah Penurunan kesuburan salah satu resiko hamil di usia 35 tahun?

Seiring bertambahnya usia wanita, kemungkinan mereka akan hamil berkurang karena menurunnya jumlah telur yang tersisa dan berkurangnya kualitas. Kesuburan juga mnurun pada pria dengan usia karena menurunnya jumlah sprema, motilitas, dan volume air mani. Faktor-faktor yang terkait usia ini dapat membuat lebih sulit bagi wanita untuk hamil. Slaah satu studi diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, menemukan bahwa diantara wanita yang menerima inseminasi buatan, 74% dari mereka yang berusia 31 tahun hamil dalam satu waktu. Namun, sekarang menurun menjadi 61% individu antara 31 – 43 tahun dan semakin menurun menjadi 54% wanita berusia 35 tahun keatas.

resiko hamil di usia 35 tahun
resiko hamil di usia 35 tahun

Keseburan wanita cenderung akan menurun sehingga lebih lama menanti datangnya buah hati. Hal ini disebabkan karena kondisi-kondisi berikut :

  • Penurunan jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi
  • Perubahan hormon yang berkaitan pada perubahan ovulasi
  • Lebih tingginya kemungkinan ada kondisi medis tertentu seperti endometriosis yang dapat mempengaruhi peluang kehamilan

Gangguan kesehatan seperti tekana darah tinggi dan diabetes bisa terjadi di saat sedang hamil dan kondisi ini lebih umum terjadi pada ibu hamil umur 30-40 tahun. Salah satunya resiko hamil di usia 35 tahun cenderung akan mengalami komplikasi seperti plasenta previa dan preeklamsia. Resiko hamil di usia 35 tahun keatas seperti plasenta previa membuat ibu melalui proses persalinan melalui operasi caesar. Meskipun resiko hamil di usia 35 tahun lebih besar, namun tetap ada cara yang bisa dilakukan agar bayi dan ibu tetap sehat selama masa kehamilan hingga proses persalinan. Tak perlu khawatir, karena sebagian besar ibu yang hamil di usia 35 tahun dapat melahirkan bayi secara sehat.]

baca juga : Melahirkan Bayi Kembar Secara Caesar Atau Secara Normal?

Selain itu, ada beberapa cara untuk mengurangi resiko hamil di usia 35 tahun ke atas dengan melakukan kehamilan sehat diantaranya :

  • Periksakan diri secara rutin, terutama di masa awal kehamilan
  • Konsumsi vitamin untuk ibu hamil
  • Jaga berat badan agar tetap normal
  • Menghentikan kebiasaan yang berbahaya untuk janin
  • Deteksi kelainan kromosom pada bayi

Demikian yang dapat saya bagikan mengenai resiko hamil di usia 35 tahun ke atas yang belum Anda ketahui. Semoga Bermanfaat ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *