Apakah Persalian Caesar itu????

Persalinan Operasi Caesar

persalinan operasi caesar
persalinan operasi caesar

Kebanyakan wanita yang akan melangsungkan persalinan pasti akan memiliki rasa takut. Terutama seorang wanita yang baru pertama kali akan melakukan persalinan, baik persalinan normal maupun persalinan operasi caesar. Beberapa orang juga akan mencari informasi seputar kehamilan, seperti mendengarkan pengalaman orang sekitar atau mencarinya melalui internet. Persalinan operasi caesar merupakan persalinan yang paling membuat tegang karena proses persalinannya yang melalui jalur operasi dan rasa sakitnya terasa setelah proses persalinan selesai. Kali ini saya akan membahas mengenai persalinan operasi caesar.

Semua proses melahirkan, baik itu persalinan pasti menimbulkan rasa sakit, rasa sakit ini memang sudah pasti dilalui setiap wanita yang ingin menjadi seorang ibu. Biar bagaimanapun tubuh wanita sudah diciptakan Tuhan untuk melahirkan secara normal. Hal ini terbukti bahwa umumnya seorang manusia hanya dapat menahan 45 del (unit) dari rasa sakit, tetapi ketika sedang melahirkan, seorang wanita mampu merasakan sekitar 57 del (unit) dari rasa sakit, atau rasa sakit ini yang sama dengan sekitar 20 tulang mengalami retak di waktu yang bersamaan.

Semakin majunya teknologi kedokteran, datangnya waktu melahirkan bukan lagi menjadi hal yang terlalu dirisaukan. Meskipun momen melahirkan adalah hal yang ditunggu, sebagai wanita tetap khawatir bahkan tak sedikit yang ketakutan berlebihan. Operasi caesar adalah terobosan dari ilmu kedokteran, dimana hal ini bisa meminimalkan risiko umum melahirkan dan selalu diandalkan sebagai jalan yang lebih aman bagi seorang ibu yang berisiko tinggi melahirkan secara normal. Seperti halnya yang memiliki komplikasi preeklampsia, bayi sungsang, usia, atau kondisi medis lainnya. Operasi caesar selain bermanfaat untuk menolong kelahiran ibu yang berisiko tinggi, rupanya ada sebagain wanita yang melihat hal ini sebagai cara yang baik untuk mempertahankan “keutuhannya” atau sebagai jalan pintas yang aman.

Mengapa Memilih Persalinan Operasi Caesar?

Meskipun operasi caesar memiliki keuntungan dan manfaat yang baik, namun yang namanya tindakan bedah tentu saja ada resiko dan efek sampingnya. Risiko umum yang mungkin terjadi akibat operasi caesar bisa termasuk rasa nyeri yang cukup lama, pendarahan, infeksi, penggumpalan darah, adhesi atau perlengketan. Namu dokter menganjurkan persalinan operasi caesar tentu saja sudah mempertimbangkan yang terbaik dan mengambil risiko terkecil yang mungkin terjadi pada kondisi seorang ibu yang akan melahirkan dengan kata lain operasi caesar akan dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.

Akan tetapi tindakan operasi caesar bisa juga direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya, operasi ini disebut operasi caesar elektif. Kondisi ini dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah kesehatan pada ibu atau ibu menderita penyakit, sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan normal. Caesar bisa dilakukan secara elektif atau darurat(emergency), elektif maksudnya operasi ini bisa dilakukan dengan perencanaan yang matang jauh-jauh hari sebelum proses persalinan. Sedangkan emergency berarti caesar dilakukan ketika proses persalinan sedang berlangsung namun karena suatu keadaan kegawatan maka operasi caesar harus segera dilakukan.

Operasi Caesar Terencana (elektif)

Pada operasi caesar terencana (elektif), operasi caesar telah direncanakan jauh hari sebelum jadwal melahirkan dengan mempertimbangkan keselamatan ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang menjadi pertimbangan untuk melakukan operasi caesar secara elektif, antara lain :

  1. Janin dengan presentasi bokong : Dilakukan operasi caesar pada janin presentasi bokong pada kehamilan pertama, kecurigaan janin cukup besar. Sehingga dapat terjadi kemacetan persalinan (FETO PELPIC DISPROPORTION), janin dengan kepala menengadah (DEFLEKSI), janin dengan lilitan tali pusat, atau janin dengan presentasi kak, kepala, bokong, atau melintang. Masih mungkin dilakukan persalinan pervaginan jika persentasi kedua janin adalah kepala-kepala. Namun, dipikirkan untuk melakukan caesar pada kasus janin pertama/terbawah selain presentasi kepala. Pada USG juga dilihat apakah masing-masing janin memiliki kantong ketuban sendiri-sendiri yang terpisah, atau keduanya hanya memiliki satu kantong ketuban. Pada kasus kehamilan kembar dengan janin hanya memiliki satu kantong ketuban. Resiko untuk saling mengait/menyangkut satu sama lain terjadi lebih tinggi, sehingga perlu dilakukan caesar terencana.Pada kehamilan ganda dengan jumlah janin lebih dari dua (misal 3 atau lebih), disarankan untuk melakukan operasi caesar terencana.
  2. Plasenta previa : artinya plasenta terletak dibawah dan menutupi mulut rahim. Karena sebelum lahir janin mendapat suplai makanan dan oksigen, maka tidak mungkin plasenta sebagai media penyuplai lahir/ lepas terlebih dulu dari janin karena dapat mengakibatkan kematian janin. Plasenta terdiri dari banyak pembuluh darah, lokasi plasenta yang menutupi jalan lahir, sangat rawan dengan terjadinya pendarahan. Apabila terjadi kontraksi pada rahim, maka sebagian plasenta yang kaya pembuluh darah ini akan terlepas dan menimbulkan pendarahan hebat yang dapat mengancam nyawa janin dan ibu.
  3. Kondisi medis ibu : preeklamsia, kencing manis (diabetes militus), herpes, penderita HIV/AIDS, penyakit jantung, penyakit paru kronik, atau tumor rahim (mioma). Baik yang ukurannya besar atau menutupi jalan lahir, kista yang menghalangi turunnya janin. Serta berbagai keadaan lain merupakan hal-hal yang menyebabkan operasi caesar lebih diutamakan.
  4. Masalah pada janin : Misanya pada janin dengan oligohidramnion (cairan ketuban sedikit) atau janin dengan gangguan perkembangan.

baca juga : Jahitan Operasi Caesar Bengkak? Begini Cara Mengatasinya!!!

Operasi Caesar Darurat (Emergency)

Yang dimaksud operasi caesar darurat adalah jika operasi dilakukan ketika proses persalinan telah berlangsung. Hal ini terpaksa dilakukan karena ada masalah pada ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang memaksa terjadinya operasi caesar darurat, antara lain :

  • Persalinan macet

Keadaan ini dapat terjadi pada fase pertama (fase lilatasi) atau fase kedua (ketika Anda mengejan). Jika persalinan macet pada fase pertama, dokter akan memberi obat yang disebut oksitosin untuk menguatkan kontraksi otot-otot rahim. Dengan demikian mulut rahim dapat membuka. Ada teknik lain, yaitu memecahkan selaput ketuban atau memberikan cairaan infus intrafena jika Anda kekurangan cairan /dehidrasi. Jika cara-cara itu tidak berhasil, maka operasi caesar akan dilakukan.

Jika persalinan macet pada fase kedua. Dokter harus segera memutuskan apakah persalinan dibantu dengan vakum atau forsep atau perlu segera dilakukan operasi caesar. Hal yang menjadi pertimbangan untuk melanjutkan persalinan pervaginam dengan alat (berbantu) atau operasi caesar. Tergantung pada penurunan kepala janin didasar tanggul, keadaan tanggul ibu, dan ada tidaknya kegawatan pada janin.

Persalinan macet merupakan penyebab tersering operasi caesar. Beberapa alasan yang dijadikan pertimbangan ialah kontraksi tidak lagi efektif. Janin terlalu besar sementara jalan lahir ibu sempit, dan posisi kepala janin yang tadak memungkinkan dilakukan penarikan dengan vakum maupun forsep.

  • Stres pada janin

Ketika janin stres, dia akan kekurangan oksigen. Pada pemeriksaan klinik tanpak bahwa denyut jantung janin menurun. Secara normal, selama terjadi kontraksi denyut jantung janin menurun sedikit, namun akan kembali ke prekwensi asalnya, jika :

– Prolaps tali pusat: jika tali pusat keluar melalui mulut rahim, dia bisa terjepit, sehingga suplai darah dan oksigen kejanin berkurang. Keadaan ini berbahaya jika janin dilahirkan secara normal lewat vagina, sehingga memerlukan tindakan operasi caesar segara.

– Perdarahan : Jika Anda mengalami perdarahan yang banyak akibat plasenta terlepas dari rahim, atau karena alasan lain, maka harus dilakukan operasi caesar.

– Stres janin berat : Jika denyut jantung janin menurun sampai 70x per menit, maka harus segera dilakukan operasi caesar. Normalnya denyut jantung janin adalah 120/160x per menit.

Terlepas dari itu semua, proses operasi caesar tidak semudah yang dibayangkan. Sang ibu harus menjalani beberapa tahap dan merasakan rasa sakit pasca operasi. Resikonya pun empat kali lebih besar daripada melahirkan secara alami atau normal.

Bagaimana Menghindari Persalinan Operasi Caesar?

persalinan operasi caesar
persalinan operasi caesar

Ada baiknya jika proses persalinan caesar dilakukan jika ada ganguan medis atau dapat membahayakan ibu dan bayi. Tetapi malah banyak ibu yang memilih operasi caesar menjadi piihan utama untuk proses persalinan. Jumlah ibu yang melahikan melalui operasi caesar semakin banyak, tetapi ternyata beberapa diantaranya dapat melakukan persalinan secara normal. Maka dari itu ada beberapa cara untuk mencegah operasi caesar yang tidak perlu ibu lakukan. Berikut beberapa cara agar ibu dapat menghindari operasi caesar :

1. Memilih rumah sakit dan dokter yang tepat

Jika melahirkan secara normal adalah suatu hal yang penting, maka pilihlah dokter dan rumah sakit dengan tingkat operasi caesar yang rendah. Calon orangtua bisa mencari informasi berapa persen tingkat operasi caesar di rumah sakit tersebut, pilihlah yang memiliki nilai paling kecil. Memilih dokter dengan tingkat caesar rendah jadi langkah penting untuk menghindari operasi caesar. Tapi kelahiran di rumah sakit identik dengan penggunaan obat. Bagi beberapa wanita, pilihan terbaik adalah bidan.

baca juga : Makanan Yang Baik Sebelum Melahirkan Caesar, Wajib Bunda Coba!!!

2. Tetaplah dirumah hingga bukaan ke 3

Menunggu proses persalinan di rumah hingga pembukaan 3 bisa membantu mencegah kelahiran caesar. Dr Elliot Main, direktur obstetri dari Sutter Health di California menuturkan tidak ada orang yang suka berada di rumah sakit untuk waktu yang terlalu lama. Sehingga bisa menimbulkan kegelisahan yang dapat memperlambat proses persalinan. Karena itu tak ada salahnya untuk menunggu sementara di rumah.

3. Perbanyak jongkok

Ibu tidak hanya perlu berjongkok sebelum persalinan, tetapi  juga harus melakukannya selama persalinan. Olahraga selama hamil membantu tubuh kuat untuk menjalani persalinan, terutama di bagian tubuh yang akan mengejan. Berjongkok jadi satu teknik untuk membuka panggul dan membantu bayi turun. Berjongkok juga memperkuat kaki, yang ibu butuhkan selama proses mengejan. Selama persalinan, berjongkok membuat panggul melebar 20 sampai 30 persen. Ini ruang yang cukup besar untuk membantu bayi keluar. Karena peran gravitasi, berjongkok juga membantu pembukaan jalan lahir, mengurangi stres pada janin, dan menurunkan kebutuhan episiotomi.

4. Hindari induksi kecuali ada masalah medis

Beberapa penelitian telah menunjukkan menginduksi proses persalinan cenderung mengarah ke operasi caesar. Dr Michael Klein dari University of British Columbia yang mempelajari tentang caesar menuturkan sebanyak 44 persen perempuan yang diinduksi berakhir dengan operasi caesar. Karena merangsang leher rahim ibu yang belum siap dapat mengakibatkan proses persalinan tidak produktif sehingga mengharuskan seseorang untuk menjalani operasi caesar.

5. Mintalah bantuan suami saat melahirkan

Mendapatkan bantuan suami merupakan salah satu hal yang diperlukan ibu, karena sangat sulit melakukan persalinan sendiri. Dukungan sang suami juga salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses persalinan.

6. Beristirahat yang cukup

Beristirahat cukup juga merupakan cara menghindari operasi caesar yang perlu untuk dicoba. Meski ibu tidak tahu kapan akan menjalani persalinan, berisitirahat memberi efek positif terhadap hasil kelahiran. Tidur membuat ibu merasa lebih baik menghadapi persalinan. Tidur di malam hari dan beristirahat di sela kontraksi akan membantu ibu memiliki energi yang cukup untuk mengejan. Masuk ke ruang bersalin membuat ibu merasa lelah dan bila tidak kuat, dokter kemungkinan harus melakukan operasi caesar. Penelitian menunjukkan wanita hamil yang rata-rata tidur selama 6 jam atau kurang secara teratur di akhir kehamilan memiliki kemungkinan 4,5 kali melahirkan melalui operasi caesar. Bahkan tidur 6 sampai 7 jam menyebabkan tingkat operasi caesar 3,7 kali lebih tinggi dibanding yang tidur secara teratur lebih dari 7 jam. Tidur yang berkualitas di malam hari memberi perbedaan besar terhadap hasil kelahiran.

7. Mengikuti kelas persalinan alami

Mengikuti kelas persalinan alami menjadi salah satu cara menghindari operasi caesar yang biasanya lebih panjang dan mendalam dengan lebih banyak interaksi dan sedikit ceramah. Instruktur yang baik dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri terhadap tubuh dan membantu ibu yakin dapat menjalani proses kelahiran normal.

Inilah Cara Perawatan Pasca persalinan Operasi Caesar
persalinan operasi caesar
persalinan operasi caesar

Bagi ibu yang telah memilih persalinan operasi caesar, maka inilah cara penyembuhan pasca persalinan operasi caesar. Terdapat beberapa hal yang dapat membantu tubuh ibu untuk menyembuhkan luka jahitan, antara lain :

  • Jaga kebersihan luka

Cara merawat luka jahitan operasi caesar yang pertama yaitu menjaga kebersihan luka selama masa pemulihan awal untuk mencegah infeksi. Ketika mandi ibu bisa membasuhnya menggunakan air dan sedikit sabun, setelahnya keringkan dengan handuk bersih cukup dengan menepuk lembut.  Sebaiknya tidak menutup luka bekas operasi terlalu ketat, sebab hal ini dapat menyebabkan iritasi.

  • Jangan sampai kelelahan

Memiliki waktu istirahat yang cukup merupakan cara merawat luka jahitan operasi caesar yang paling penting. Karena dengan waktu istirahat yang cukup, luka jahitan akan lebih cepat sembuh dan ibu dapat beraktifitas seperti semula. Hindari mengangkat benda berat atau gerakan besar yang memungkinkan terjadinya peregangan pada kulit bekas luka.

  • Jaga sirkulasi udara luka

Menjaga sirkulasi udara pada luka salah satunya jagan terlalu menutup luka. Sehingga luka tidak terpapar dengan udara, sebenarnya udara dapat mendorong penyembuhan luka. Mengenakan pakaian yang longgarmerupakan salah satu cara menjaga sirkulasi udara pada luka.

  • Makan makanan yang bernutrisi

Cara merawat luka jahitan operasi caesar tidak hanya berfokus pada kebersihan, namun juga makanan perlu diperhatikan. Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung banyak gizi serta nutrisi yang seimbang. Konsumsilah makanan dengan kandungan vitamin A, vitamin C, serta gandum utuh yang ada pada sereal maupu roti gandum sebagai sarapan pagi. Selain itu makanan wajib untuk dikonsumsi oleh ibu dalam masa pemulihan adalah protein, mineral, zinc, dan vitamin.

  • Minum banyak cairan

Konsumsi banyak cairan pasca operasi caesar sangat dibutuhkan karena untuk mengganti cairan yang hilang saat proses persalinan. Selain dapat menggannti cairan yang hilang, banyak konsumsi air dapat untuk mencegah sembelit.

  • Gunakan pakaian longgar

Tak hanya penggunaan perban yang ketat, namun Ibu juga diharuskan menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat karena dapat menyebabkan iritasi. Menggunakan pakaian longgar sangat dianjurkan untuk beberapa saat seperti pakai kaos, piyama, celana atau rok, dan daster.

Konsumsi Obat-obatan juga bisa ibu lakukan agar luka jahitan cepat kering. Banyak jenis obat-obatan pasca operasi caesar yang ditawarkan dari obat herbal hingga obat cina yang harganya bervariasi dari yang murah hingga yang paling mahal. Kali ini saya akan rekomendasikan obat pasca operasi caesar yang 100% alami dan aman untuk dikonsumsi selama masa pemulihan. Obat Herbal ini mengandung ekstrak ikan gabus atau ikan kutuk yang sangat baik untuk dikonsumsi, karena memiliki kandungan protein yang sangat tinggi.

baca juga : Luka Bekas Operasi Caesar Susah Kering? Ini Solusinya!!!

Pada ikan gabus atau ikan kutuk ini juga mengandung protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh yaitu Albumin. Apakah itu Albumin? Albumin merupakan jenis protein paling besar dalam tubuh. Albumin memiliki peran penting dalam penyembuhan luka diantaranya dapat mendistribusikan nutrisi ke area yang mengalami luka sehingga proses regenerasi jaringan menjadi lancar. Selain itu kandungan gizi dan vitamin dalam ikan gabus juga cukup lengkap sehingga kebutuhan nutrisi tubuh sehari-hari dapat terpenuhi.

Produk obat herbal yang kami rekomendasikan yaitu Kapsul Kutuk Premium. Apa saja sih Manfaat dan khasiat dari Kapsul Kutuk Premium? Berikut manfaat dan khasiat Kapsul Kutuk Premium :

  • Membangun & Memperbaiki Jaringan Sel Tubuh
  • Mempercepat proses penyembuhan semua Luka pada tubuh (Diabet, Luka Bakar, Pasca Operasi, pasca melahirkan, dll)
  • Terapi Penyakit Berat (Anti Oedema/Pembengkakan, Gagal Ginjal, Diabetes Melitus, Stroke, Hepatitis/Sirosis, Kanker, TBC/Infeksi Paru, Nephrotic Syndrome, Tonsilitis, Thypus, Patah Tulang, Gastritis, ITP, Sepsis, dll)
  • Suplemen Terbaik untuk Penderita ODHA (HIV/AIDS)
  • Membantu penyembuhan Autis
  • Memperbaiki Gizi Buruk pada Anak, Ibu hamil, Menyusui dan Lansia
  • Membantu menghilangkan Oedem (pembengkakan)
  • Perlancar ASI
  • Meningkatkan hemoglobin darah

persalinan operasi caesar

persalinan operasi caesar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *