Pengetahuan Mengenai Persalinan Operasi Caesar

Bagi wanita hamil nutrisi bagi kesehatan ibu dan bayinya merupakan hal pertama yang selalu diperhatikan. Terutama untuk kehamilan yang pertama, wanita hamil akan selalu posesif pada kehamilannya. Maka makanan yang akan dikonsumsipun terkadang pilih – pilih supaya bayi dalam kandungan lahir dengan sehat dan sempurna.

Selain nutrisi untuk bayi, olahraga juga dilakukan oleh wanita hamil supaya dapat melahirkan normal atau alami. Persalinan secara normal membuat seorang wanita dapat merasakan menjadi seorang ibu yang sebenarnya dan melahirkan secara normal memiliki resiko kecil untuk merasakan sakit setelah melahirkan. Tetapi terkadang juga memikirkan jika akan melahirkan secara caesar secara dadakan, memang banyak yang takut untukpersalinan yang satu ini. Karena persalinan caesar merupakan persalinan yang melalui jalur operasi dan setelah melahirkan barulah merasakan sakitnya.

Akan tetapi tindakan operasi caesar bisa juga direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya, operasi ini disebut operasi caesar elektif. Kondisi ini dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah kesehatan pada ibu atau ibu menderita penyakit, sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan normal. Caesar bisa dilakukan secara elektif atau darurat(emergency), elektif maksudnya operasi ini bisa dilakukan dengan perencanaan yang matang jauh-jauh hari sebelum proses persalinan. Sedangkan emergency berarti caesar dilakukan ketika proses persalinan sedang berlangsung namun karena suatu keadaan kegawatan maka operasi caesar harus segera dilakukan.

pengetahuan caesar

Operasi Caesar Terencana (elektif)

Pada operasi caesar terencana (elektif), operasi caesar telah direncanakan jauh hari sebelum jadwal melahirkan dengan mempertimbangkan keselamatan ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang menjadi pertimbangan untuk melakukan operasi caesar secara elektif, antara lain :

  1. Janin dengan presentasi bokong : Dilakukan operasi caesar pada janin presentasi bokong pada kehamilan pertama, kecurigaan janin cukp besar sehingga dapat terjadi kemacetan persalinan (FETO PELPIC DISPROPORTION), janin dengan kepala menengadah (DEFLEKSI), janin dengan lilitan tali pusat, atau janin dengan presentasi kak, kepala, bokong, atau melintang. Masih mungkin dilakukan persalinan pervaginan jika persentasi kedua janin adalah kepala-kepala. Namun, dipikirkan untuk melakukan caesar pada kasus janin pertama/terbawah selain presentasi kepala. pada USG juga dilihat apakah masing-masing janin memiliki kantong ketuban sendiri-sendiri yang terpisah, atau keduanya hanya memiliki satu kantong ketuban. Pada kasus kehamilan kembar dengan janin hanya memiliki satu kantong ketuban, resiko untuk saling mengait/menyangkut satu sama lain terjadi lebih tinggi, sehingga perlu dilakukan caesar terencana.Pada kehamilan ganda dengan jumlah janin lebih dari dua (misal 3 atau lebih), disarankan untuk melakukan operasi caesar terencana.

 

  1. Plasenta previa : artinya plasenta terletak dibawah dan menutupi mulut rahim. Karena sebelum lahir janin mendapat suplai makanan dan oksigen, maka tidak mungkin plasenta sebagai media penyuplai lahir/ lepas terlebih dulu dari janin karena dapat mengakibatkan kematian janin. Plasenta terdiri dari banyak pembuluh darah, lokasi plasenta yang menutupi jalan lahir, sangat rawan dengan terjadinya pendarahan. Apabila terjadi kontraksi pada rahim, maka sebagian plasenta yang kaya pembuluh darah ini akan terlepas dan menimbulkan pendarahan hebat yang dapat mengancam nyawa janin dan ibu.

 

  1. Kondisi medis ibu : preeklamsia, kencing manis (diabetes militus), herpes, penderita HIV/AIDS, penyakit jantung, penyakit paru kronik, atau tumor rahim (mioma) yang ukurannya besaratau menutupi jalan lahir, kista yang menghalangi turunnya janin, serta berbagai keadaan lain merupakan hal-hal yang menyebabkan operasi caesar lebih diutamakan.

 

  1. Masalah pada janin : Misanya pada janin dengan oligohidramnion (cairan ketuban sedikit) atau janin dengan gangguan perkembangan.

Operasi Caesar Darurat (Emergency)

Yang dimaksud operasi caesar darurat adalah jika operasi dilakukan ketika proses persalinan telah berlangsung. Hal ini terpaksa dilakukan karena ada masalah pada ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang memaksa terjadinya operasi caesar darurat, antara lain :

 

Persalinan macet

Keadaan ini dapat terjadi pada fase pertama (fase lilatasi) atau fase kedua (ketika Anda mengejan). Jika persalinan macet pada fase pertama, dokter akan memberi obat yang disebut oksitosin untuk menguatkan kontraksi otot-otot rahim. Dengan demikian mulut rahim dapat membuka. Ada teknik lain, yaitu memecahkan selaput ketuban atau memberikan cairaan infus intrafena jika Anda kekurangan cairan /dehidrasi. Jika cara-cara itu tidak berhasil, maka operasi caesar akan dilakukan.

Jika persalinan macet pada fase kedua, dokter harus segera memutuskan apakah persalinan dibantu dengan vakum atau forsep atau perlu segera dilakukan operasi caesar. Hal yang menjadi   pertimbangan untuk melanjutkan persalinan pervaginam dengan alat (berbantu) atau operasi caesar, tergantung pada penurunan kepala janin didasar tanggul, keadaan tanggul ibu, dan ada tidaknya kegawatan pada janin.

Persalinan macet merupakan penyebab tersering operasi caesar. Beberapa alasan yang dijadikan pertimbangan ialah kontraksi tidak lagi efektif, janin terlalu besar semantara jalan lahir ibu sempit, dan posisi kepala janin yang tadak memungkinkan dilakukan penarikan dengan vakum maupun forsep.

 

Stres pada janin

Ketika janin stres, dia akan kekurangan oksigen. Pada pemeriksaan klinik tanpak bahwa denyut jantung janin menurun. Secara normal, selama terjadi kontraksi denyut jantung janin menurun sedikit, namun akan kembali ke prekwensi asalnya, jika :

– Prolaps tali pusat: jika tali pusat keluar melalui mulut rahim, dia bisa terjepit, sehingga suplai darah dan oksigen kejanin berkurang. Keadaan ini berbahaya jika janin dilahirkan secara normal lewat vagina, sehingga memerlukan tindakan operasi caesar segara.

– Perdarahan : Jika Anda mengalami perdarahan yang banyak akibat plasenta terlepas dari rahim, atau karena alasan lain, maka harus dilakukan operasi caesar.

– Stres janin berat : Jika denyut jantung janin menurun sampai 70x per menit, maka harus segera dilakukan operasi caesar. Normalnya denyut jantung janin adalah 120/160x per menit.

 

Terlepas dari itu semua, proses operasi caesar tidak semudah yang dibayangkan. Sang ibu harus menjalani beberapa tahap dan merasakan rasa sakit pasca operasi dan resikonya pun empat kali lebih besar daripada melahirkan secara alami atau normal.

 

Apa alasan yang membuat seseorang mengambil jalur operasi untuk persalinan? Berikut beberapa alasan yang dapat saya sampaikan :

 

5 Alasan yang Mendorong Seseorang untuk Menjalani Proses Melahirkan Caesar

 

Meski operasi caesar dilegalkan dalam situasi apa pun, beberapa orang memiliki alasan medis tertentu untuk melakukannya. Berikut ini ada 5 hal yang mewajibkan wanita melahirkan dengan cara bedah caesar.

  1. Posisi Bayi Sungsang

Bayi dikatakan dalam posisi sungsang apabila kepalanya tidak berada di jalan lahir. Jika diteruskan melalui persalinan normal, berisiko terhadap keselamatan bayi. Semisal, tali pusat terjepit sehingga peredaran darah dan oksigen pada janin menjadi terhambat.

2. Faktor Usia dan Kesehatan Sang Ibu

Meski kesehatan bisa ditunjang dengan vitamin untuk ibu hamil, faktor usia tetap memengaruhi penanganan kelahiran. Wanita yang hamil di usia 35 tahun keatas rentan terkena komplikasi. Karena itu, bayi harus lahir lewat operasi caesar.

3. Kondisi Jalan Lahir

Salah satu jalan lahir yang harus dilewati bayi adalah panggul. Jika tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, tindakan operasi harus dilakukan. Pasalnya, kondisi ini bisa mengakibatkan rahim robek, pendarahan, dan kematian.

4. Kelainan pada Janin yang Akan Dilahirkan

Bentuk kelainan pada janin bermacam-macam, semisal makrosomia. Berat bayi yang mengidap makrosomia biasanya mencapai 5 kg. Kondisi tersebut mengharuskan ibu untuk melakukan operasi caesar.

5. Kelahiran Bayi Kembar

Pada beberapa kasus, bayi kembar bisa dilahirkan secara normal. Namun, tidak semua ibu memiliki kondisi fisik yang kuat. Karena itu, disarankan untuk melahirkan lewat operasi caesar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *