Operasi Caesar Berapa Lama? Ini Wajib Bunda Ketahui!!!

Operasi Caesar berapa lama?

operasi caesar berapa lama
operasi caesar berapa lama

Operasi caesar berapa lama? – Operasi Caesar merupakan operasi yang memiliki banyak resiko, bahkan lebih besar daripada melahirkan normal. Oleh karena itu, bagi Bunda yang akan melakukan persalinan caesar sebaiknya lebih mempersiapkan diri. Selain itu Bunda yang merencanakan persalinan normal bisa saja nantinya saat proses melahirkan terjadi komplikasi sehingga menuntut dokter melakukan bedah caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayinya. Namun ada yang bertanya juga “operasi caesar berapa lama?”,

Hal – Hal Mengenai operasi Caesar

operasi caesar dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah kesehatan pada ibu atau ibu menderita penyakit, sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan normal. Caesar bisa dilakukan secara elektif atau darurat(emergency), elektif maksudnya operasi ini bisa dilakukan dengan perencanaan yang matang jauh-jauh hari sebelum proses persalinan. Sedangkan emergency berarti caesar dilakukan ketika proses persalinan sedang berlangsung namun karena suatu keadaan kegawatan maka operasi caesar harus segera dilakukan.

Tidak ada salahnya mengetahui apa saja yang akan terjadi saat bedah caesar agar tidak kaget memasuki ruang operasi.

baca juga : Persiapan dan Keuntungan Memilih Operasi Caesar Kedua

Sebelum mengetahui operasi caesar berapa lama, berikut hal – hal yang akan terjadi di ruangan operasi:

  1. Dokter anestesi

Sebelum memasuki ruang operasi, ibu harus menandatangani surat persetujuan terlebih dulu. Surat tersebut memuat rincian prosedur operasi, efek samping serta risiko yang mungkin terjadi, anestesi yang harus dilakukan, dan sebagainya.

Setelah itu, Bunda akan menerima suntikan epidural di bagian tulang belakang yang membuat Bunda mati rasa dari punggung ke bawah. Suntikan epidural ini akan membuat Bunda tetap terjaga selama operasi berlangsung, namun tidak merasa kesakitan saat pembedahan.

Dokter anestesi akan berada di samping Bunda untuk memastikan tidak ada reaksi negatif dari tubuh Anda terhadap dosis epidural yang telah diberikan. Ibu akan menerima suntikan epidural sebelum menjalani operasi cesar

  1. Ruang operasi yang dingin

Ruangan operasi selalu memiliki temperatur rendah untuk mencegah agar tidak ada bakteri berkembang biak yang memungkinkan terjadinya infeksi selama operasi. Oleh sebab itu, bersiaplah untuk merasa kedinginan.

Sebagai antisipasi, Bunda bisa meminta beberapa selimut tambahan sebelum operasi dimulai agar tidak terlalu kedinginan. Ingat, perut Bunda akan dibedah, tidak ada salahnya meminta sedikit kenyamanan supaya bisa mengurangi sedikit kecemasan.

  1. RS membatasi orang yang ingin menemani ibu

Setiap rumah sakit memiliki kebijakan yang berbeda, ada yang membolehkan suami menemani ibu di ruang operasi, ada pula yang tidak membolehkan siapa pun mendampingi ibu sama sekali. Jika Bunda menjalani bedah cesar di rumah sakit yang membolehkan suami menemani, dia akan menggunakan pakaian medis dan masker sebelum masuk ruang operasi. Suami akan duduk di samping Bunda selama operasi cesar berlangsung, dan dialah yang akan melihat bayi kalian lebih dulu dibanding Bunda. Bagi Bunda yang melahirkan tanpa didampingi karena tidak diperbolehkan, maka Bunda harus kuat dan selalu ingat si jabang bayi yang Anda perjuangkan untuk lahir dengan selamat. Jangan gugup, jangan panik, berdoalah, atau mengobrol santai dengan perawat dan dokter untuk mengurangi ketegangan.

  1. Kateter

Segera setelah Bunda mendapat suntikan epidural di punggung, perawat akan memasukkan kateter ke saluran kencing Anda. Hal ini tidak akan terasa sakit karena bagian tubuh dari pinggang ke bawah sudah dibius mati rasa. Biasanya kateter akan dilepas keesokan harinya sehingga Bunda bisa pergi ke kamar mandi sendiri untuk memastikan semua organ tubuh bekerja dengan baik.

  1. Ada banyak dokter dan suster

Saat operasi bedah cesar berlangsung, tidak hanya dokter kandungan yang ada di ruang operasi. Beberapa perawat dan dokter lain juga akan ada di sana. Hal ini demi memastikan operasi berjalan lancar. Setiap orang yang ada di dalam ruang operasi memiliki tugas masing-masing untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Jadi, Bunda tidak perlu merasa panik jika melihat banyak orang di ruang operasi. Cobalah untuk mengobrol dengan mereka agar Bunda bisa lebih merasa santai. Jangan panik jika melihat ada lebih dari satu dokter dan suster yang berada di ruang operasi bedah cesar.

operasi caesar berapa lama

baca juga : Infeksi Jahitan Caesar? Beginilah Gejala dan Cara Mengatasinya

  1. Ibu tidak akan bisa melihat apa yang terjadi

Ketika operasi cesar dilakukan, perawat akan menempatkan sebuah kain yang berfungsi seperti tirai di tengah tubuh Bunda sehingga Anda tidak bisa melihat apa pun yang sedang dilakukan dokter. Tetapi, Bunda akan tahu dengan pasti kapan bayi lahir ketika tangisnya memecah keheningan ruang operasi.

Sebelum operasi, ada kemungkinan perawat akan mencukur bulu di perut bagian bawah ibu untuk memudahkan proses pembedahan, kemudian mencucinya dengan antiseptik. Banyak ibu yang tidak mengetahui hal ini sampai mengalaminya sendiri.

  1. Tidak ada rasa sakit, hanya tekanan

Karena sudah diberi obat bius, Bunda tidak akan merasakan sakit selama operasi cesar. Namun, Bunda tetap bisa merasakan tekanan yang terjadi di dalam perut saat dokter berusaha mengeluarkan bayi. Jika Bunda merasakan sakit selama operasi, katakan pada dokter anestesi yang mendampingi Anda agar bisa segera ditangani dengan baik.

  1. Perawat akan mengurus bayi segera setelah ia lahir

Setelah bayi lahir, Bunda tidak bisa langsung memeluknya. Perawat akan segera mengurus bayi, memandikan, menimbang berat badan, mengukur panjang badan, hingga memberikan selimut agar bayi tetap hangat. Ketika dokter sudah memberikan lampu hijau, barulah Bunda bisa memeluk bayi kecil itu.

Beberapa dokter mengijinkan ibu memeluk bayinya selama beberapa menit segera setelah bayi lahir sebelum dia dibersihkan. Diskusikan dengan dokter kandungan Anda mengenai hal ini agar dia tahu keinginan Bunda. Bayi akan dibersihkan terlebih dulu sebelum diberikan pada ibu.

  1. Menutup luka sayatan operasi

Ketika bayi dan ari-ari telah dikeluarkan dari rahim ibu, saatnya menutup sayatan bedah cesar yang menganga. Luka sayatan ini akan tampak sangat kecil setelah ditutup.

Baca Juga : Mengurangi Rasa Nyeri Luka Pasca Persalinan Caesar

Operasi CAesar Berapa Lama Dan Berapa lama pemulihannya

Menjalani operasi caesar tidaklah terlalu lama, seperti yang dibayangkan oleh semua orang. Proses operasi dimulai dengan membuat sayatan horizontal di bawah perut. Jika bagian ini sudah terbuka, selanjutnya dilakukan pembedahan di area rahim. Bagi ibu yang menggunakan anestesi epidural, selama operasi berlangsung akan merasakan ada tekanan atau tarikan.

operasi caesar berapa lama
operasi caesar berapa lama

Dokter akan menggunakan jahitan, staples, atau lem khusus untuk merekatkan kembali daging dan kulit yang disayat selama operasi. Proses penutupan luka ini bisa memakan waktu 20 menit lebih karena dokter harus menutup setiap lapisan otot dengan hati-hati. Tetapi, biasanya ibu tidak akan menyadari proses ini karena sibuk memeluk bayi yang selama ini dinantikan.

Operasi caesar berlangsung selama kurang lebih 30-50 menit. Setelah itu, ibu dipindahkan ke kamar rawat inap. Sementara sang bayi, dibawa ke ruang pemulihan untuk mendapatkan ASI. Lama pemulihan pasca operasi tergantung kondisi ibu. Ada yang bisa pulih selama 1-2 hari, beberapa butuh waktu sampai 3-7 hari.

Istirahat pasti akan selalu dibutuhkan bagi seorang ibu yang telah melahirkan baik operasi caesar maupun lahir normal. Istirahat tidak berarti ibu harus baring lebih lama namun sebainya penuhi kecukupan waktu tidur dan hindari kelelahan. Istirahat yang kurang akan mempengaruhi tekanan darah ibu, produksi ASI dan menurunnya daya tahan ibu nifas.

Tak hanya istirahat, asupan makanan yang bergizi juga dapat membantu proses pemulihan pasca melahirkan caesar. Ibu pasca melahirkan caesar yang telah dijinkan makan makanan padat sebaiknya tidak perlu pantang makanan kecuali bila mengalami alergi akibat jenis makanan tertentu. Bila ibu nifas tidak cukup mengkonsumsi makanan berprotein seperti telur, ikan, tahu, tempe,  daging dan susu, maka penyembuhan luka operasi akan berlangsung lama dan berpotensi infeksi akibat kurang gizi. Ibuyang sedang dalam masa  nifas pasca operasi caesar juga tidak dianjurkan mengkonsumsi jamu apapun selama masa pemulihan.  Hal ini agar tidak terjadi komplikasi misalnya pendarahan dan diare. Cukupi banyak konsumsi air putih dan sayur sayuran juga buah agar tidak mengalami sembelit.

Merawat kebersihan tubuh juga salah satu hal yang dapat mempengaruhi pemulihan pasca operasi caesar, dalam masa pemulihan ibu akan dibantu untuk kebutuhan mandi dan mengganti pembalut sesering mungkin. Bila sudah boleh jalan, ibu bisa ke kamar mandi, mengganti pembalut, mandi sendiri dengan catatan balutan luka operasi sudah diganti dengan balutan yang tahan air. Pada luka balutan yang belum diganti dengan anti air, maka hindari lokasi balutan luka operasi jangan basah. Bersihkan dengan waslap sekitar daerah perut. Keramas bisa dilakukan dengan bantuan bidan atau perawat. Bila masih pusing hindari berdiri lama  dalam kamar mandi sendirian.

Sekian informasi mengenai proses operasi caesar berapa lama dan mengetahui pemulihan caesar umunya berapa lama jika tidak terjadi komplikasi.

*** Semoga Bermanfaat ***

operasi caesar berapa lama

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *