Minum Kopi Setelah Melahirkan dan Menyusui, Berdampak Pada Kesehatan Ibu?

Minum Kopi Setelah Melahirkan

minum kopi setelah melahirkan
minum kopi setelah melahirkan

Dari ibu hamil pastinya sudah banyak makanan dan minuman yang sebaiknya ibu hindari demi kesehatan ibu dan janinnya. Maka dari itu, biasanya ibu setelah melahirkan akan balas dendam makan makanan yang selama hamil tidak diperbolehkan. Makanan yang ibu konsumsi setelah melahirkan ada juga beberapa yang dilarang, karena setelah melahirkan ibu biasanya langsung menyusui. Tetapi tak hanya makanan yang diarang dikonsumsi setelah melahirkan, namun ada beberapa minuman juga yang sebaiknya dihindari seperti minum kopi setelah melahirkan.

Saat sedang proses atau menanti persalinan ibu akan muncul berbagai perasaan seperti rasa bahagia, cemas, dan takut. Biasanya kecemasan ini akan berhubungan dengan proses persalinan yang akan dijalani dan juga bayangan rasa sakit. Meskipun mental ibu sudah siap untuk melalui proses persalinan dengan baik. Seperti dijelaskan diatas mengenai makanan dan minuman yang dilarang setelah melahirkan. Kali ini akan dibahas mengenai dampak minum kopi setelah melahirkan baik pada ibu maupun pada si kecil.

Sedikit Tentang Melahirkan Normal dan Melahirkan Caesar

Melahirkan sebagai puncak pada ibu hamil yang akan dilalui selama proses kehamilan. Ada 2 macam proses melahirkan yang dapat ibu pilih yaitu melahirkan normal dan melahirkan caesar. Apapun perslainan yang ibu pilih, keduanya memiliki resiko yang pastinya akan dirasakan. Bedanya hanya masa pemulihan operasi caesar lebih lama dibanding dengan melahirkan normal. Mengapa demikian? Persalinan normal merupakan persalinan yang melalui jalan lahir atau terjadi secara alami. Persalinan normal ini termasuk dalam persalinan klasik yang paling banyak diinginkan semua ibu hamil. Bayi akan melalui ruang panggul dan mulut rahim yang selanjutnya keluar melewati vagina.

Proses melahirkan normal akan mengalami 3 tahapan utama hingga bayi benar-benar keluar yaitu pelebaran lapisan serviks atau mulut rahim, mendorong atau mengejan, dan tahap pengeluaran plasenta. Setiap tahap membutuhkan waktu dan tingkatan rasa sakit yang berbeda-beda. Tetapi ibu hamil pastinya bisa menghadapi kondisi ini dengan sikap dan perasaan yang berbeda pula. Sedangkan melahirkan caesar hanya akan dilakukan dengan keadaan tertentu, baik dalam keadaan darurat atau yang terencana. Persalinan melalui operasi caesar ini dianggap menjadi prosedur yang aman untuk ibu dan bayi. Sebab bisa mengurangi beberapa resiko komplikasi, saat ibu tidak bisa lagi melalui persalinan normal yang akan membahayakan ibu dan bayi.

Operasi caesar ini harus dilakukan oleh seorang dokter ahli kandungan dan tidak bisa dilakukan oleh bidan. Alasan lain yang membuat ibu diharuskan melakukan operasi caesar antara lain :

  • Ukuran bayi yang sangat besar, sehingga tidak bisa melalui jalan lahir dan bisa menyebabkan karusakan dinding vagina
  • Sebelumnya pernah melakukan operasi caesar, hal ini untuk mengatasi rahim yang pecah jika tetap melakukan persalinan normal.
  • Kondisi detak jantung bayi melambat karena induksi atau stres, sehingga membuat nyawa bayi dalam keadaan darurat
  • Leher bayi terlilit tali pusat sehingga bisa menyebabkan bayi kurang oksigen
  • Pada penderita penyakit tertentu seperti HIV/ AIDS yang dapat menyebabkan bayi terinfeksi virus dari cairan vagina saat persalinan normal
  • Kehamilan bayi kembar disarankan lebih aman jika dilakukan kelahiran dengan operasi caesar
  • Mengalami kelainan posisi plasenta seperti plasenta pervia yaitu plasenta yang berada di bagian rongga panggul
minum kopi setelah melahirkan
minum kopi setelah melahirkan

Bagaimana Jika Minum Kopi Setelah Melahirkan dan Menyusui?

Kopi pada dasarnya banyak digemari oleh semua orang baik pria ataupun wanita. Ada beberapa orang juga yang menganggap, jika sehari tidak minu kopi berasa ada yang kurang. Namun bagaimana jika minum kopi setelah melahirkan dan saat menyusui? Bolehkah? Tidakkah berbahaya untuk si kecil? Jika ibu suka minum kopi harus mengetahui hal itu. Kopi yang mengandung kafein ini ternyata boleh saja dikonsumsi oleh ibu setelah melahirkan. Tetapi harus memperhatikan asupan kopi agar tidak berlebihan. Penting untuk iu tahu bahwa kafein dapat masuk ke aliran darah di mana kadarnya walaupun tak lebih dari 1% dapat masuk ke ASI.

Menurut penelitian, konsumsi kafein sat menyusui dalam batas wajar masih diperbolehkan. Tetapi yang perlu dipahami bahwa mengonsumsi kafein terlalubanyak dapat menyebabkan ras acemas berlebih. Selain itu, bayi juga akan mengalami gangguan tidur sampai perubahan mood menjadi tidak stabil atau cranky. Konsumsi kafein dalam jumlah banyak juga menurunkan kadar zat besi dalam ASI dan menurunkan kadar hemoglobin pada bayi. Aturan minum kopi yang sebaiknya yaitu maksimal 2-3 gelas perhari.

Sebenarnya, bukan hanya kopi saja yang memiliki kandungan kafein yang perlu dibatasi saat ibu menyusui. Namun juga obat-obatan tertentu, minuman soda, teh hingga coklat. Berikut bahaya minum kopi setelah melahirkan dan saat menyusui, diantaranya :

  • Gangguan pencernaan pada lambung
  • Kandungan zat besi di dalam ASI berkurang
  • Suasana hati menjadi lebih buruk karena lebih mudah marah
  • Mengalami kecemasan
  • Menyebabkan jantung berdebar
  • Susah untuk tidur

Kesulitan tidur akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI ibu, penulis buku Breastfeeding : A Guide For the Medical Profession mengatakan bahwa ibu menyusui yang minum kopi sehari tidak akan berpengaruh besar pada bayi akan tetapi jika melebihi 6 cangkir sehari maka kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi akan berakumulasi yang menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan bayi, karena tubuh bayi yang masih belum optimal. Ada mitos yang mengatakan bahwa ibu menyusui yang mengonsumsi  kopi tidak mengganggu ASI selama batas normal, hanya sja mempengaruhi kandungan zat besi pada Asi.

Behitu juga dengan minum kopi setelah melahirkan yang akan berdampak pada kesehatan ibu, sehingga ketika hendak minum kopi setelah melahirkan konsumsilah kopi hanya setengah cangkir atau beberapa sendok saja. Maka tidak mengganggu waktu istirahat ibu dan mempengaruhi produksi ASI.

minum kopi setelah melahirkan
minum kopi setelah melahirkan

Dampak konsumsi kafein tak hanya dapat mengganggu kesehatan ibu saja bukan, namun bisa terjadi pada bayi. Berikut dampak pada bayi yang mungkin terjadi, diantaranya :

  • Tubuh bayi melemah
  • Bayi mengalami diare
  • Muntah
  • Susah tidur
  • Sering rewel
  • Sering gelisah

Tubuh bayi dengan usia kurang dari 9 bulan organ hati dan ginjal masih belum sempurna, karena dalam masa pertumbuhan. Saat bayi sudah memasuki usia 9 bulan, tubuh bayi baru bisa menjalankan proses pembuangan kafein sama halnya dengan tubuh orang dewasa.

Aturan Minum Kopi Setelah Melahirkan dan Menyusui

Ibu yang gemar minum kopi tidak mengasup kafein lebih dari 300 mg/hari. Minum kopi maksimal secangkir sehari sebab jika sampai 2 atau 3 cangkir, kemungkinan masalah kesehatan dan gangguan suasana hati bisa terjadi. Ketahui bahwa kadar kafein pada secangkir kopi saring adalah sekitar 140 mg. Ketahui bahwa kadar kafein pada secangkir kopi instan adalah sekitar 100 mg.Jika ibu benar-benar khawatir bahwa kafein akan berdampak pada bayi, maka daripada takut dan ragu, ibu bisa menghindari kopi berkafein sama sekali. Sebagai alternatif substitusinya, kopi dan teh tanpa kafein bisa jadi pilihan, teh herbal atau bahkan jus buah sesuai selera. Pastikan bahwa tubuh ibu dan si kecil tetap sehat dengan mengonsumsi minuman dan makanan bernutrisi.

artikel terkait :

Advertising

minum kopi setelah melahirkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *