Melahirkan Caesar Menurut Islam Bolehkah?? Inilah Pernyataan Yang Benar

melahirkan caesar menurut islam

melahirkan caesar menurut islam
melahirkan caesar menurut islam

Diberkati seorang anak memang karunia besar dari Allah Ta’ala, ucapan terima kasih dan rasa puas harus ditunjukkan kepada Allah Ta’ala. Wanita hamil oleh Allah SWT dijanjikan pahala yang besar dan surga bagi mereka yang meninggal ketika mereka sedang proses melahirkan. Apapun persalinan yang ibu pilih sebenarnya boleh boleh saja, baik melahirkan secara normal atau melahirkan caesar. Seorang ibu yang memilih melahirkan caesar dari awal kehamilan tidak ada salahnya. Banyak alasan seorang ibu melakukan operasi caesar pada kelahiranya. Bisa karena alasan medis, habis ketuban, bisa juga alasan estetika agar organ kewanitaan tetap utuh atau sekedar ingin menentukan tanggal kelahiran yang bagus. Namun bagaimana pandangan melahirkan caesar menurut islam? Inilah penjelasannya.

Hukum Melahirkan Caesar Menurut Islam

Apakah wajib melakukan operasi caesar jika ada rasa takut akan kehidupan bayi? Hal ini merasa dilakukan sangat besar dan mungkin ini adalah daerah barat untuk mengurangi jumlah keturunan muslim, serta melemahkan rahim wanita muslim. Melahirkan caesar adalah operasi dimana perut dipotong untuk membawa anak keluar dari ibu. Dikatakan bahwa itu disebut demikian setelah Julius Caesar, karena ia adalah yang pertama dilahirkan dengan cara ini. Ketika ibunya meninggal selama persalinan, setelah dokter memotong perutnya terbuka dan membawanya keluar dari dirinya dan Caesar hidup untuk menjadi kaisar Roma.

baca juga : Tips Pemulihan Rahim Setelah Melahirkan Melalui Operasi Caesar

Tanpa menghiraukan agama, bidan juga enggan memilih operasi caesar kecuali hal tu benar-benar diperlukan. Di dunia selebritas melahirkan caesar telah menjadi tren, ada wanita yang berencana untuk melahirkan caesar bukan karena masalah kesehatan mereka tetapi karena mereka tidak ingin mendorong. Karena alasan-alasan ini, mengapa islam tidak akan mendorong melahirkan caesar. Sebisa mungkin persalinan alami lebih baik dipilih untuk ibu, jika tidak ada masalah dengan kesehatan ataupun kandungan ibu. Tetapi tentu saja bukan berarti operasi caesar tidak boleh dilakukan, melahirkan caesar akan diperlukan jika kehidupan ibu atau anak berada dalam bahaya. Kasus-kasus kebutuhan seperti, ketika plasenta berada di bagian bawah rahim(plasenta pravia), ketika janin kekurangan oksigen, ketika ada tumor di panggul, janin besar, dan kasus lainnya yang diharukannya operasi caesar dilakukan.

Banyak dokter yang mengambil masalah dengan melakukan operasi caesar secara ringan, karena mereka ingin mendapatkan lebih banyak uang atau karena mereka tidak sabar dengan ibu selama persalinan. Beberapa wanita meminta operasi untuk menjaga keanggunan tubuh mereka atau untuk menghindari rasa sakit saat melahirkan. Memilih melahirkan caesar dapat menghilangkan banyak manfaat dan juga memiliki efek pada ibu di kelahiran selanjutnya. Syekh Muhammad bin Saalih al-‘Uthaymeen berkata : “Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan fenomena yang teah disebutkan kepada kami yaitu bahwa banyak ahli kandungan, pria dan wanita di rumah sakit terlalu tertarik untuk melahirkan dengan cara bedah atau dikenal dengan operasi caesar.

Saya khawatir bahwa mungkin ini adalah plot terhadap kaum Muslim, karena semakin banyak kelahiran yang terjadi dengan cara ini, semakin kulit perut melemah dan kehamilan menjadi lebih berbahaya dan dia menjadi tidak dapat hamil. Beberapa orang yang bekerja di rumah sakit swasta mengatakan kepada saya bahwa banyak wanita datang ke rumah sakit dan spesialis mereka mengatakan bahwa tidak ada alternatif untuk operasi caesar, kemudian mereka pergi ke rumah sakit swasta lain dan melahirkan secara alami. Dia menyebutkan bahwa ada sekitar 80 kasus semacam itu dalam satu bulan.”

Hukum melahirkan caesar dilihat hukum kepentingan wanita hamil atau janin dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Keadaan Darurat

Melahirkan caesar keadaan darurat yang dimaksud adalah ketika kekhawatiran mengancam ibu dan bayi secara bersamaan atau salah satunya. Operasi caesar untuk menyelamatkan nyawa ibu, misalnya ibu yang mengalami eklampsia (kejang pada kehamilan), memiliki penyakit jantung, melahirkan tiba-tiba macet, perdarahan selama kehamilan, infeksi rahim atau dinding rahim menipis karena operasi caesar sebelumnya. Lalu operasi caesar untuk menyelamatkan bayi, jika ibu telah meninggal tetapi bayi di dalam perutnya masih hidup. Terakhir operasi caesar untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi pada saat yang bersamaan adalah ketika istirahat air, tetapi tidk ada kontraksi akan melahirkan, tali pusar bayi dilibatkan, sehingga tidak dapat keluar secara normal, bayi prematur, posisi sungsang, dan lain sebagainya.

baca juga : Persiapan dan Keuntungan Memilih Operasi Caesar Kedua

Dalam 3 situasi diatas, menurut pendapat yang benar, diperbolehkan untuk melahirkan caesar menurut islam jika demi menyelamatkan nyama ibu dan bayi. Adapun dalam Firman Allah Ta’ala : “Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Maidah : 32). Dalam ayat ini Allah memuji orang yang memlihara kehidupan manusia, termasuk orang yang menyelamatkan ibu dan bayi dari kematian dengan melakukan operasi caesar. Bagian keadaan darurat operasi caesar ada 2 keursakan, yaitu yang pertama adalah jiwa ibu atau anak membahayakan, yang kedua adalah yang paling ringan yaitu perut dibedahnya. Dari kedua kerusakan tersebut yang paling ringan adalah perut ibu dibedah. Maka tindakan ini diambil untuk menghindari kerusakan yang lebih besar yaitu jiwa ibu dan anak membahayakan.

  1. Keadaan Hajiyat

Keadaan ini adalah kekhawatiran terjadinya bahaya atau sesuatu yang buruk yang akan menimpa ibu atau batu atau keudanya. Tetapi bahaya yang tidak sampai terancamnya jiwa ibu dan anak. Seperti halnya jika lingkar rongga panggul yang lebih kecil dari ukuran janin, sehingga akan kesulitan ketika melahirkan secara alami, usia ibu terlalu tua, kelainan plasenta, ukuran bayi terlalu besar atau terjadi bayi kembar. Dalam keadaan hajiyat, operasi caesar boleh dilakukan. Karena hajiyat kadang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga sebagai ulama menyamakan kedudukannya dengan darurat. Oleh karena itu, mereka meletakan kaidah fiqih sebagai berikut : “Kebutuhan itu disamakan dengan kedudukan darurat, baik yang bersifat umum maupun khusus.” (Ibnu Nujaim, al-Asybah wa an-Nadhair, hal:100)

  1. Keadaan Tahsiniyat

Keadaan yang terakhir ini adalah operas caesar dengan alasan yang sebenarnya tidak fundamen. Tak ada ancaman atau dampak buruk pada bayi maupun ibu. Misalnya agar organ kewanitaan utuh, menghindari rasa sakit saat melahirkan, enggan menunggu proses kelahiran yang lama, dan menentukan tanggal kelahiran yang bagus. Operasi dengan alasan seperti ini tidak diperbolehkan, karena telah menyakiti diri sendiri atau merusak diri sendiri demi mencapai tujuan yang masalahnya tidak mu’tabar(diakui syariat). Mengapa demikian? Karena melahirkan caesar cenderung membawa dampak kurang baik, salah satunya untuk kebaikan anak. Hal yang mungkin terjadi pada bayi seperti gangguan kesehatan seperti gangguan pernafasan(akibat cairan yang memenuhi paru-paru janin selama dalam rahim), rendahnya sistem kekebalan tubuh, rentan alergi, emosi cenderung rapuh, dan lain sebagainya. Sedangkan pada ibu seperti rasa sakit yang sangat pada bagian perut dan rahim akibat robekan saat operasi, kemungkinan terjadi infeksi rahim dan pendarahan yang banyak, dan bahkan efeknya masih dirasakan setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

baca juga : Tanda Luka Pasca Operasi Caesar Telah Sembuh!

Melahirkan caesar menurut islam boleh saja dilakukan jika keadaan darurat dan membahayakan jiwa bayi maupun ibu. Melahirkan caesar menurut islam yang tidak boleh dilakukan jika tidak sesuai degan syariat islam, misalnya menetapkan tanggal kelahiran, menjaga keutuhan organ kewanitaan, tidak mau menunggu proses kelahiran yang lama, tidak mau merasakan sakit saat proses persalinan, dan lain sebagainya.

Bagaimana Nifas Wanita Yang Melahirkan Caesar Menurut Islam?

Setelah melahirkan caesar apakah wanita melewati masa nifas, lalu bagaimana masa nifas setelah melahirkan caesar menurut islam? Untuk memahami apakah wanita melewati masa nifas atau tidak, perlu kita kembalikan pada pengertian nifas sendiri. Dalam ensiklopedi fikih disebutkan keterangan malikiyah tentang definisi nifas. “Darah yang keluar dari kemaluan karena melahirkan, dalam kondisi sehat dan normal. Baik keluar setelah melahirkan (malikiyah sepakat hal ini) atau ketika proses melahirkan (menurut pendapat mayoritas malikiyah) (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 41:5).” Pendarahan nifas ini biasanya berlangsung kurang lebih 2-3 minggu, bahkan bisa juga selama 6 minggu setelah proses persalinan. Awalnya pendarahan pada nifas berwarna merah cerah disertai aliran darah yang terasa berat dan terkadang ada gumpalan didalamnya.

melahirkan caesar menurut islam
melahirkan caesar menurut islam

Warna darah pada masa nifas ini nantinya dapat berubah warna sendiri dn akan menjadi ringan karena rahim yang mulai pulih dan kembali ke ukuran semula. Masa nifas setelah melahirkan caesar memang lebih cepat selesai dibanding dengan melahirkan normal. Hal ini dikarenakan sebagian besar darah telah terbuang lebih banyak saat operasi berlangsung. Masa nifas setelah melahirkan caesar ternyata ada tahapannya, tentu penting sekali untuk diketahui oleh para ibu yang baru saja menjalani proses persalinan. Berikut tahapan masa nifas setelah melahirkan caesar :

  1. Tahap pertama puerpurium dini, tahap ini bisa dibilang masa pemuihan yang memperbolehkan seorang ibu untuk melakukan aktifitas berjalan-jalan dan berdiri. Menurut agama islam tahap ini sudah dianggap bersih dan boelh melakukan aktifitas bekerja setelah masa 40 hari.
  2. Tahap kedua puerperium intermedial, tahap ini merupakan pemulihan secara menyeluruh pada bagian alat-alat genetal dengan lama sekitar 6-8 minggu.
  3. Terakhir tahap remote puerperium, ini merupakan waktu yang dibutuhkan untuk dapat pulih secara total dan juga sehat sempurna. Terutama apabila selama masa kehamilan maupun saat melakukan proses persalinan mempunyai penyakit komplikasi. Waktu yang diperlukan untuk daat sehat sepenuhnya bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan tahunan.

Masa nifas menurut agama islam merupakan masa dimana wanita mengalami pendarahan rahim. Dalam islam masa nifas biasanya berlangsung selama 40 hari atau lebih. Selama masa tersebut seorang wanita dibebaskan dari kewajibannya seperti karangan saat haid yaitu shalat 5 waktu dan puasa wajib. Dalam hadist riwayat Tirmidzi berkata: “Ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi Saw, tabi’in dan orang-orang setelah mereka bersepakat, bahwa wanita nifas itu meninggalkan shalat selama empat puluh hari, kecuali jika dia sudah suci bersih sebelum genap empat puluh hari, maka pada saat itu dia harus mandi dan shalat.”

Dalam Fatwa Islam dinyatakan, Nifas adalah darah yang keluar karena proses melahirkan, baik normal maupun karena operasi Caesar (Fatwa Islam no. 107045). Kemudian, terkait dengan usia janin, sebagian ulama menegaskan bahwa darah yang keluar karena melahirkan si janin bisa dinilai nifas, ketika janin sudah berbentuk seperti layaknya manusia kecil, meskipun belum ditiupkan ruh. Ulama Madzhab Hanbali menegaskan, batas usia janin yang menyebabkan hukum nifas adalah ketika dia berusia antara 80 hari – 120 hari.

Larangan selama masa nifas yang perlu ibu tau, keragu-raguan merupakan hal yang relatif. Kembali lagi pada bagaimana setiap orang memahaminya, karena itu dalam Al-Quran sebenarnya telah berisi penjelasan akan segala sesuatu. Allah SWT tidak mewajibkan umatnya untuk berpuasa dan thawaf 2 kali. Kecuali jika terdapat kesalahan pada tindakan pertama maka ia wajib mengqhada’nya. Selain itu ketika seseorang mampu melakukan kewajiban sesuai dengan keampuannya maka ia terbebas tanggungannya. Sebagaimana Firman Allah SWT : “ Allah tidak membebani seseorag melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah/2 : 286).

Pandangan islam terhadap masa nifas setelah melahirkan caesar. Pada zaman modern seperti ini, salah satu pilihan persalinan yang ditawarkan adalah melalui bedah cesar atau operasi caesar. Ada pertanyaan menggelitik, bagaimana hukum nifas dan masanya dengan wanita yang melahirkan melalui cesar? Menurut keterangan Al-Lajnah ad-Daimah,

“Hukum bagi wanita seusai bedah Caesar, maka hukumnya  sama dengan wanita yang mengalami nifas karena persalinan normal. Jika melihat keluarnya darah dari kemaluannya, maka ia meninggalkan shalat dan puasa sampai suci. Apabila tak melihat lagi keluarnya darah, maka ia harus mandi, shalat dan puasa seperti halnya wanita-wanita suci lainnya.”

Artinya bahwa bagaimanapun proses persalinannya selama terdapat darah yang keluar dari kemaluan maka kondisi tersebut disebut sebagai masa nifas.

Rasa sakit yang ibu rasakan ketika melahirkan memiliki banyak manfaat, berikut diantaranya :

  1. Ini adalah penebusan dosa
  2. Ini meningkatkan statusnya jika dia sabar dan mencari hadiah
  3. Wanita itu memahami tingkat rasa sakit yang diderita oleh ibu-ibu lain.
  4. Dia akan menghargai sejauh mana berkah kesehatan yang baik yang Allah limpahkan pada dirinya
  5. Ini akan meningkatkan cintanya pada anaknya, karena semakin sulit untuk mencapai sesuatu semakin hebat jadinya
  6. Jika anak dilahirkan melalui rute biasa yang terkenal ini lebih baik baginya dan wanita itu
  7. Kerusakan dapat diharapkan dari operasi ini, karena operasi melemahkan dinding rahim yang mungkin sobek. Serta mugkin berhasil atau tidak berhasil
  8. Wanita yang terbiasa menjalani operasi caesar tidak mungkin melahirkan dengan cara normal atau alami. Karena tdak mungkin baginya dan ada resiko bahwa tempat operasi mungkin pecah
  9. Operasi caesar menghasilkan anak lebih sedikit, karena jika perut dipotong 3 kali di tempat yang berbeda. Itu menjadi lemah dan kehamilan selanjutnya enjadi berbahaya
  10. Ini adalah kemewahan, kemewahan adalah hal yang mengarah pada malapetaka. Seperti yang dikatakan Allah (interpretasi makna) : “Sesungguhnya, sebelum itu mereka menikmati kemewahan” (Al-Waaqi’ah 56:45)
melahirkan caesar menurut islam
melahirkan caesar menurut islam

Wanita harus sabar dan mencari hadiah, serta terus melahirkan secara alami. Karena itu lebih baik bagi mereka di dunia ini dan di akhirat, pria juga harus memperhatikan masalah ini. Karena kita tidak tahu, mungkin musuh kita adalah orang-orang yang telah membuat operasi ini. Mudah bagi kita sehingga kita akan kehilangan manfaat dan ini menjadi sasaran kerugian.

baca juga : TIPS PENYEMBUHAN PASCA OPERASI CAESAR YANG AMAN DAN MUDAH

Itulah yang dapat saya sampaikan mengenai melahirkan caesar menurut islam. Jadi persalinan apapun yang pilih untuk mengeluarkan janin dari rahim ibu semua itu baik. Namun persalinan secara normal lebih baik untuk ibu pilih sebagai pilihan yang utama sebelum memilih melahirkn caesar. Melahirkan caesar menurut islam boleh saja, tetapi harus dengan alasan yang tepat seperti yang sudah dijelaskna diatas.

*** Semoga Bermanfaat ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *