Melahirkan Bayi Kembar Secara Caesar Atau Secara Normal?

Melahirkan Bayi Kembar Secara Caesar

melahirkan bayi kembar secara caesar
melahirkan bayi kembar secara caesar

Memiliki anak merupakan suatu anugrah yang diberikan Tuhan kepada sebuah sepasang suami istri. Menjaga dan merawat kehamilan selama 9 bulan dan membutuhkan perhatian khusus supaya dapat berkembang dengan baik dan lahir dengan sempurna. Apabila janin yang ada dikandungan ibu ada 2 itu adalah sebuah bonus yang diberikan kepada ibu untuk merawat 2 anak sekaligus. Kehamilan bayi kembar mungkin akan membuat ibu lebih gugup, selain merawat 2 anak sekaligus ibu juga sebaiknya memperhatikan baik-baik serba-serbi melahirkan bayi kembar. Jalan persalinan yang harus dilewati nantinya juga harus diperhatikan melahirkan bayi kembar secara caesar ataupun secara normal.

Mengenal Proses Melahirkan Bayi Kembar Secara Caesar Diharuskan atau Tidak

Kehamilan bayi kembar pasti memiliki perbedaan yang sangat terlihat dibandingkan dengan kehamilan pada umumnya. Salah satu perbedaan yang terlihat yaitu seberapa banyak yang Anda butuhkan untuk makan dan berapa banyak kereta yang perlu dibeli dan harus tau persalinan apa yang diharapkan. Banyak kehamilan kembar lahir lebih awal daripada kehamilan dengan satu bayi. Ini karena kehamilan kembar cenderung lebih memiliki masalah yang membutuhkan kelahiran dini atau melahirkan bayi kembar secara caesar.

melahirkan bayi kembar secara caesar
melahirkan bayi kembar secara caesar

Jika ibu dan si kembar tidak memiliki masalah kesehatan, mungkin kehamilan bisa hingga 40 minggu (jangka penuh). Tidak perduli seberapa lama kehamilan ibu, ketika proses melahirkan akan diawasi dengan ketat untuk memastikan ibu memiliki proses kelahiran yang aman. Lebih dari 50% bayi kembar lahir prematur dan kelahiran bayi kembar memiliki resiko masalah yang lebih tinggi dengan detak jantung dan posisi bayi. Dalam sebuah kasus, jika bayi kembar lahir secara prematur, mereka akan cenderung lebih memiliki masalah apapun jenis persalinan yang dijalani.

baca juga : TIPS PENYEMBUHAN PASCA OPERASI CAESAR YANG AMAN DAN MUDAH

Melahirkan bayi kembar sebelum 36 minggu, dokter mungkin akan memeriksa untuk melihat bagaimana perkembangan paru-paru mereka. Jika belum cukup siap, mungkin akan diberikan suntikan steroid. Dokter akan mencoba menunda kelahiran sampai steroid memiliki waktu untuk membantu paru-paru bayi ibu berkembang. Jenis dan waktu pengantaran akan tergantung pada si kembar dan bagaimana posisi mereka ketika saatnya keluar. Pilihan untuk proses persalinan mungkin berbeda, banyak dokter yang mencoba cari tahu apakah saudara kembarnya berada pada kantung yang sama. Jika berada di kantong yang sama, dokter mungkin akan mendorong untuk mempertimbangkan persalinan elektif pada minggu ke 36 atau minggu ke 37. Sedangkan jika mereka berada di kantong yang berbeda, persalinan dapat dilaksanakan pada minggu ke 40.

Bayi kembar dalam kantung yang sama (monokorionik) sering memiliki resiko lebih tinggi daripada kembar di katong yang berbeda. Karena resiko masalah meningkat saat kehamilan berlanjut, mungkin perlu diinduksi. Seorang dokter mungkin memberi obat untuk memulai kontraksi pada minggu ke 36 atau minggu ke 37. Apabila ibu menginginkan melahirkan bayi kembar secara caesar daripada melahirkan normal, dokter akan menjadwalkannya saat ini juga.

Selain penjelasan diatas, ada juga penjelasan melalui sebuah penelitian kepada ibu hamil yang memiliki janin kembar. Dr Jon Barrett dari Sunnybrook Health Sciences Center di Toronto, Kanada, telah melakukan penelitian terhadap sejumlah ibu hamil yang memiliki janin kembar. Penelitian yang menantang ini dilakukan Dr Jon guna menjawab pertanyaan mengenai penting atau tidaknya operasi caesar di lakukan untuk melahirkan bayi kembar. Karena untuk saat ini operasi caesar merupakan satu peraktek yang marak di lakukan. Dan jika kita melihat angka kelahiran, ada tiga per empat diantaranya merupakan bayi kembar yang lahir karena operasi caesar.

Sebuah penelitian yang di pimpin oleh Barrett ini dilakukan di 25 negara melibatkan hampir 2.800 perempuan hamil. Bahkan semua bayi kembar akan dipastikan dalam kondisi yang aman untuk di lahirkan. Namun, banyak diantaranya dokter yang menyarankan untuk melakukan operasi caesar, jika posisi bayi dalam keadaan sungsang.

baca juga : Cerita Perjuanganku ! Melahirkan Bayi Sungsang Secara Normal Tidak Dengan Caesar

Nah, dari penelitian tersebut ada setengah dari ibu hamil di jadwalkan harus melakukan operasi caesar, dan sisanya harus menjalankan proses persalinan normal. Dari hasil itu, sebanyak 40% dari ibu hamil yang dijadwalkan untuk melahirkan normal justru harus menempuh jalan caesar. Kemudian 10% yang dijadwalkan operasi caesar ternyata masih bisa melahirkan secara normal.

Dari proses persalinan, ada 2% bayi yang baru lahir dan beberapa diantaranya meninggal dunia serta mengalami masalah yang serius. Namun kenyataannya, meninggalnya bayi tersebut justru tidak dipengaruhi oleh cara mereka lahir. Karena proses persalinan normal ataupun caesar tidak akan menjadi tolak ukur keselamatan bayi. Bahkan pilihan proses persalinan pun tidakpula berisiko meningkatkan komplikasi pada sang ibu. “Hasil ini menunjukkan, tidak semua bayi kembar harus dilahirkan secara normal,” komentar dr Michael Greene dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Amerika Serikat.
Itu artinya, seorang ibu yang mengandung bayi kembar tidak perlu harus merencanakan untuk melangsungkan persalinan dengan operasi casar. Karena ibu hamil anak kembar masih bisa melangsungkan persalinan dengan proses yang normal. Hal ini bisa dilakukan jika kondisi ibu memungkinkan.

Melahirkan Bayi Kembar Secara Caesar ataupun Normal Tergantung dengan Posisi Bayi

Posisi bayi kembar menjadi pengaruh untuk proses persalinan nantinya. Terkadang melahirkan bayi kembar secara caesar adalah jalan satu satunya yang bisa diambil, karena posisi si kembar. Berikut posisi bayi kembar yang menentukan proses kelahiran :

  • Vertex/Vertex, yaitu posisi kepala kedua bayi ke bawah. Ini merupakan posisi terbaik, terutama jika ingin melahirkan secara normal.
  • Vertex/Breech, yaitu posisi kepala bayi pertama ke bawah dan bayi yang kedua adalah kaki pertama. Ini adalah kemungkinan terbaik kedua jika ibu menginginkan proses persalinan secara normal. ada kemungkinan, bayi pertama lahir secara normal dan bayi kedua dipindahkan atau berbalik dalam diri ibu untuk dilahirkan secara normal juga.
  • Breech/Vertex atau Breech/Breech, yaitu posisi bayi pertama adalah kaki pertama dan bayi kedua adalah kepala berada di posisi yang sama dengan bayi pertama. Kombinasi ini dapat menyebabkan persalinan normal mengalami resiko. Dokter akan merekomendasikan melahirkan bayi kembar secara caesar.
  • Melintang, yaitu posisi bayi pertama menyamping (secara horisontal di rahim). Tidak peduli apa posisi kedua bayi, dokter akan merekomendasikan melahirkan bai kembar secara caesar. Secara umum, jika bayi pertama jatuh kepala ada kemungkinan yang baik bahwa dapat dilahirkan secara normal. Tetapi bayi kedua mungkin tidak dapat dilahirkan secara normal. Jika posisi bayi pertama kepala tidak berada dibawah, akan lebih aman untuk melahirkan bayi kembar secara caesar terlepas dari posisi kedua bayi.
Melahirkan bayi kembar melalui persalinan normal

Hamil kembar tidak menutup kemungkinan untuk melahirkan normal. Faktanya 4 dari 10 kasus persalinan kembar dilakukan melalui persalinan normal. Melahirkan bayi kembar melalui persalonan normal bisa saja terjadi jika memenuhi syarat berikut ini :

  • Kehamilan ibu sehat
  • Ibu dan kedua bayi tidak beresiko mengalami komplikasi
  • Kedua bayi tidak identik (tidak berbagi palsenta yang sama)
  • Bayi pertama tidak sungsang
  • Kedua bayi sehat dan berkembang sebagaimana semestinya.

Ibu mungkin akan diberikan bius epidural sebelum melahirkan, lalu dokter akan membimbing untuk mengedan dan melahirkan bayi pertama. Setelah bayi pertama lahir, ibu bisa istirahat sejenak sembari dokter memeriksa posisi bayi kedua dan melakukan pemeriksaan vagina. Tak lama setelah kelahiran bayi pertama, leher rahim ibu akan membuka lagi untuk memberi jalan bagi bayi kedua. Namun, bila ibu tidak kunjung mengalami kontraksi atau bukaan. Dokter akan memberikan infus berisi obat hormon, obat tersebut digunakan untuk memicu kontraksi dan bukaan.

Persalinan normal tidak akan dilakukan jika ada resiko kesehatan pada ibu dan kedua bayi. Persalinan normal memiliki komplikasi lebih sedikit daripada persalinan caesar. Melahirkan normal untuk bayi kembar bahkan bisa terjadi pada wanita yang pernah menjalani operasi caesar di kehamilan sebelumnya. Dokter akan memeriksa kesehatan ibu dan bayi sebelum dan selama persalinan untuk memastikan melahirkan normal adalah pilihan yang aman.

melahirkan bayi kembar secara caesar
melahirkan bayi kembar secara caesar

Selama persalinan dokter akan memantau detak jantung kedua bayi. Jika mereka melihat tanda-tanda peringatan masalah, maka mereka mungkin akan secepatnya melakukan proses persalinan. Dokter dapat membantu persalinan dengan memberi obat untuk meningkatkan frekuensi kontraksi. Ini sering terjadi jika proses persalinan berjalan terlalu lambat. Banyak dokter yang mencoba melahirkan bayi kembar kurang dari setengah ham setelah bayi pertama lahir. Jika detak jantung kedua bayi tampak normal, tidak ada batasan waktu yang diperlukan. Hingga 25% kelahiran bayi kedua dilahirkan melalui operasi caesar setelah bayi pertama dilahirkan secara normal. Ini disebabkan oleh masalah bayi kedua mengalami atau posisi beresiko. Sehingga bagi ibu yang tidak ingin melahirkan bayi kembar secara caesar perhatikan syarat-syarat diatas.

Sedangkan perkembangan bayi kembar dibandingkan dengan bayi tunggal yaitu selama 2 triwulan pertama kehamilan, bayi kembar berkembang pada kecepatan yang sama dengan bayi tunggal. Namun pada triwulan terakhir, jumlah berat badan bayi kembar sama dengan berat badan bayi tunggal. Dengan begitu, berat bayi tunggal terus meningkat sampai minggu ke 40. Sedangkan peningkatan berat badan bayi kembar menurun mulai minggu ke 30-32. Oleh karena itu, bayikembar cenderung lebih kecil dibandingkan bayi tunggal yang lahir di usia kehamilan yang sama.

baca juga : Cara Alami Kurangi Rasa Nyeri Setelah Operasi Caesar

Pada awal triwulan ketiga, bayi kembar sebenarnya mempunyai keuntungan dibandingkan bayi tunggal dalam hal perkembangannya. Karena perkembangan mereka sedikit lebih cepat sampai minggu ke 30 kehamilan. Sebagai contoh, bayi kembar yang dilahirkan pada minggu ke-30 mungkin memiliki perkembangan paru yang lebih baik dan memiliki masalah karena kelahiran prematur yang lebih sedikit dibandingkan bayi tunggal yang lahir pada usia kehamilan yang sama. Pada usia kehamilan 32 minggu biasanya janin kembar memiliki berat masing-masing antara 1,5 – 2 kg dengan panjang sekitar 40 cm.

Melahirkan Bayi Kembar Secara Caesar

Lebih dari 60% kelahiran bayi kembar adalah melalui operasi caesar. Terkadang operasi caesar ‘elektif’, dipilih atau direncanakan sebelumnya. Di sisi lain kadaan darurat, tidak ada yang merencanakan operasi atau sesuatu terjadi selama persalinan normal yang membuat operasi caesar menjadi penting dan mendesak. Secara keseluruhan, operasi caesar umum dan aman untuk persalinan bayi kembar, akan tetapi mereka tidak diperlukan dalam setiap kasus.

Kelahiran operasi caesar elektif dengan kehamilan bayi kembar tergantung dengan kesehatan ibu dan bayi kembar. Dokter mungkin akan merekomendasikan melahirkan bayi kembar secara caesar yang direncanakan sebelum persalinan normal dimulai. Hal ini dapat dilakukan jika berada dikantung yang sama, melahirkan caesar atas permintaannya setelah bayi kembar mencapai minimal 36 minggu.

Melahirkan bayi kembar secara caesar tanpa direncanakan sebelumnya disebut melahirkan caesar darurat. Hal ini bisa terjadi ketika kedua bayi menunjukkan detak jantung yang lambat atau masalah lain. Melahirkan caesar darurat juga bisa terjadi ketika bayi pertama lahir secara noirmal tetapi bayi kedua tidak membaik atau bermasalah. Secara umum, melahirkan caesar lebih aman ketika mereka direncanakan dulu sebelumnya.

*** Semoga Bermanfaat ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *