Masa Nifas Setelah Melahirkan Caesar, Apakah Harus 40 hari?

Masa NIfas Setelah Melahirkan Caesar

masa nifas setelah melahirkan caesar
masa nifas setelah melahirkan caesar

Seorang ibu yang telah melahirkan baik melalui operasi caesar ataupun normal, pastinya akan mengalami masa-masa pemulihan. Masa pemulihan operasi caesar jauh lebih lama dibanding dengan melahirkan secara normal. Selain ibu menjalani masa pemulihan, setelah melahirkan ibu juga akan menjalani masa nifas. Dalam masa nifas ini ibu akan mengeluarkan darah dari rahim. Untuk lebih lanjut mari kita simak bersama-sama penjelasan mengenai berapa lama masa nifas setelah melahirkan caesar dan apa yang sebaiknya dilakukan selama masa nifas.

Apa itu Masa Nifas Setelah Melahirkan Caesar?

Masa nifas adalah masa yang dihitung sejak ibu melahirkan hingga 6 minggu sesudahnya. Pada masa 6 minggu ini, akan terjadi perubahan-perubahan pada tubuh, sehingga organ-organ yang berperan dalam masa kehamilan (seperti rahim, serviks, vagina) akan kembali seperti semula saat sebelum hamil. Namun, untuk memahami apakah wanita yang melahrkan caesar mengalami nifas atau tidak. Semua dikembalikan pada pengertian nifas itu sendiri. Dalam ensiklopedia fikih tentang definisi nifas yaitu “Darah yang keluar dari kemaluan karena melahirkan dalam kondisi sehat dan normal, baik keluar setelah elahirkan atau ketika proses melahirkan (menurut pendapat mayoritas malikiyah) (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 41:5). Pada masa nifas terjadi proses keluarnya darah dari vagina yang disebut lochia atau lokia.

Berdasarkan definisi diatas, darah yang disebabkan proses melahirkan dengan operasi caesar bisa dirinci sebagai berikut :

  • Pertama, jika darah itu keluar karena proses opeasi, maka bukan termasuk nifas
  • Kedua, jika darah itu keluar melalui kemaluan, termasuk nifas dan berlaku hukum nifas.

Pada Fatwa Islan dinyatakan, nifas adalah darah yang keluar karena proses melahirkan baik normal maupun karena operasi caesar (Fatwa Islam no. 107045). Sebagian ulama menegaskan bahwa darah yang keluar karena si janin bisa dinilai nifas, ketika janin sudah berbentuk seperti layaknya manusia kecil, meskipun belum ditiupkan tuh. Ulama Madzhab Hanbali menegaskan, batas usia janin yang menyebabkan hukum nifas adalah ketika dia berusia antara 80-120 hari. Darah nifas keluar umumnya selama 40 hari setelah melahirkan, selama masa nifas seorang perempuan dilarang untuk sholat, puasa, dan berhubungan intim dengan suaminya. Lalu, apa perbedaan masa nifas setelah melahirkan caesar dengan melahirkan normal? Sebenarnya tidak ada perbedaan khusus antara perawatan masa nifas pada ibu yang melahirkan normal dan yang melahirkan lewat operasi caesar. Namun yang membedakan hanyalah, pada ibu yang melahirkan caesar diperlukan perhatian khusus pada luka yang dihasilkan setelah operasi.

Banyak cairan yang keluar biasanya tidak terlalu banyak dan wajar-wajar saja, tidak mengeluarkan bau menyengat, dan keluar nyaris setiap hari 2-3 minggu pertama. Urutannya biasanya dari yang berwarna merah tua, merah muda, dan kecoklatan. Sebanyak 15% wanita bisa mengeluarkan lokia hingga 6 minggu setelah melahirkan dan bisa juga terjadi peningkatan volume lokia di hari ke 7 hingga ke 14. Darah nifas yang masih keluar setelah ebih dari 40 hari atau 6 minggu dapat menjadi tanda adanya masalah pada rahim dan organ reproduksi.

Mengetahui tanda bahaya masa nifas dan mewaspadainya merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh ibu setelah melahirkan. Inilah bahaya masa nifas setelah melahirkan caesar yang perlu diwaspadai dan diperhatikan :

  1. Perdarahan setelah melahirkan

Merupakan perdarahan yang terjadi dengan jumlah darah melebih 500 ml setelah bayi lahir. Menurut waktu dibagi menjadi dua yaitu Perdarahan primer yang terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir dan perdarahan sekunder yang terjadi setelah 24 jam anak lahir. Hal-hal yang menyebabkan perdarahan setelah melahirkan adalah atonia uteri atau rahim tidak berkontraksi, perlukaan jalan lahir, tertinggalnya sebagian ari-ari, dan terlepasnya sebagian ari ari dari rahim.

  1. Suhu Tubuh Meningkat

Suhu tubuh ibu mungkin akan mengalami peningkatan pada hari pertama setelah melahirkan. Ini merupakan hal yang wajar dan mungkin disebabkan oleh dehidrasi selama proses persalinan, usahakan untuk memperbanyak minum air untuk mengganti cairan yang hilang. Namun apabila setelah 24 jam suhu ibu tetap mengalami peningkatan, maka bisa jadi ini merupakan tanda bahaya masa nifas yang menunjukkan adanya infeksi setelah persalinan.

  1. Sakit Kepala, Penglihatan Kabur, Pembengkakan Wajah

Jika hal tersebut terjadi maka kemungkinan pada saat hamil, ibu mengalami penyulit kehamilan berupa preeklampsia dan eklampsia. Pada umumnya gejala tersebut akan berkurang secara perlahan setelah ibu melahirkan, namun apabila masih terjadi hal ini merupakan tanda yang harus diwaspadai dan memerlukan pemeriksaan segera.

  1. ubinvolusi Uterus

Merupakan proses involusi uteri atau pengecilan rahim yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga pengecilan rahim menjadi terhambat. Waspadai kemungkinan adanya subinvolusi uteri apabila darah setelah melahirkan mengeluarkan bau yang sangat tidak enak dan keluar gumpalan darah yang besar atau banyak dalam darah nifas.

  1. Tromboflebitis & Emboli Paru

Rasa sakit yang muncul di tempat tertentu, misalnya perasaan lemah dan hangat di daerah betis atau paha dengan disertai atau tanpa disertai kemerahan, dengan bengkak dan nyeri pada saat menggerakkan kaki, kemungkinan tanda adanya gumpalan darah pada pembuluh darah di kaki. Rasa sakit juga dapat dirasakan di dada, yang bisa merupakan tanda adanya gumpalan darah pada paru-paru.

Perubahan Pada Tubuh Selama Masa Nifas Setelah Melahirkan Caesar

masa nifas setelah melahirkan caesar
masa nifas setelah melahirkan caesar

Setelah melahirkan caesar, ibu akan merasakan sakit bahkan gatal-gatal pada bagian yang dioperasi. Menjaga luka tersebut agar tidak infeksi merupakan salah satu tindakan perawatan yang harus dilakukan selama masa nifas. Perubahan organ-organ ke bentuk semula hingga keluarnya lokia kurang lebih sama. Berikut beberapa perubahan pada tubuh selama masa nifas :

  • Payudara terasa sakit dan keluarnya ASI

Beberapa hari setelah melahirkan dan saat masa nifas, payudara bu mungkin terasa kencang dan bengkak. Ibu bisa menyusui atau menggunakan pompa ASI agar menghilangkan rasa tidak nyaman. Saat hendak menyusui kompres dengan air hangat dan ketika tidak menyusui kompres dengan air dingin. Jika rasa sakit tidak berkurang konsultasikanlah pada dokter untuk dapat mengurangi rasa sakit.

  • Rasa tidak nyaman pada vagina

Hal ini dapat dirasakan terutama pada ibu yang telah melahirkan secara normal. Bisa terjadi robeknya di sekitar vagina, karena bukaan vagina yang tidak cukup untuk mengeluarkan bayi. Luka ini dapat sembuh dalm beberapa minggu, tergantung tingkat keparahannya. Jika vagina terasa sakit saat duduk, ibu bisa menggunakan bantal yang bagian tengahnya berlubang.

  • Kesulitan buang air kecil

Pembengkakan dan luka pada jaringan yang terdapat di sekitar kandung kemih dan uretra akan membuat ibu kesulitan untuk buang air kecil. Kerusakan pada saraf dan otot yang terhubung pada kandung kemih atau uretra juga dapat menyebabkan ibu mengeluarkan urin tanpa sadar, seperti ketika sedang tertawa, batuk, atau bersin. Kesulitan buang air kecil ini biasanya akan hilang dengan sendirinya, ibu bisa berlatih senam kegel untuk membantu menguatkan otot-otot pelvis dan membantu mengontrol refleks buang air kecil.

  • Kontraksi

Beberapa hari setelah melahirkan, mungkin ibu akan mengalami kontraksi. Hal ini berfungsi untuk mencegah terjadinya pendarahan berlebih dengan cara menekan pembuluh darah yang terdapat pada rahim. Rasa sakit yang terjadi sama dengan nyeri perut saat mentruasi.

  • Perubahan emosi

perubahan tubuh pada maa nifas setelah melahirkan caesar salah satunya perubahan emosi. Perasaan sedih, gugup, dan mudah marah mungkin terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan. Tak sedikit ibu yang sampai mengalami depresi ringan hingga depresi parah, hal ini biasa disebut baby blues yang muncul pada minggu pertama dan kedua. Apabila lebih lama tidak menutup kemungkinan ibu mengalami postpartum depression. Kedua masalah tersebut membutuhkan penanganan baik dari orang terdekat maupun tenaga kesehatan.

  • Rambut rontok dan perubahan pada kulit

Saat masa kehamilan, peningkatan beberapa jenis hormon menyebabkan berkurangnya kerontokan rambut. Tetapi setelah melahirkan, rambut yang tidak rontok pada masa kehamilan akan mulai rontok kembali, sehingga terkadang menimbulkan kekhawatiran pada ibu. Kerontokan rambut ini biasanya akan berhenti dalam jangka waktu 6 bulan. Selain rambut, kulit juga dipengaruhi oleh masa kehamilan. Stretch mark yang muncul saat masa kehamilan tidak akan sepenuhnya hilang ketika masa nifas, tetapi warnanya akan semakin memudar dari merah keunguan hingga akhirnya menjadi putih.

  • Penurunan berat badan

Saat proses melahirkan, ibu biasanya akan kehilangan berat badan hingga 5 kg termasuk berat badan bayi, air ketuban, dan plasenta. Selama masa nifas berat badan ibu akan menurun lagi yang terdiri dari cairan-cairan atau jringan lain yang ikut keluar bersama lokia. Tetapi tubuh ibu mungkin masih akan terasa gemuk, untuk mengembalikan bentuk tubuh ke semula seperti sebelum hamil. Ibu disarankan untuk menjaga pola makan yang sehat dan rutin berolahraga.

masa nifas setelah melahirkan caesar
masa nifas setelah melahirkan caesar

Selain perubahan pada tubuh, ibu yang sedang dalam masa nifas setelah melahirkan caesar. Ada hal yang harus diperhatikan selama masa nifas, antara lain sebagai berikut :

  • Ibu yang baru melahirkan biasanya akan disibukkan dengan mengurus bayi, tetapi jangan lupa untuk senantiasa menjaga kesehatan diri Anda sendiri. Jam tidur bayi yang tidak teratur akan menyebabkan jam tidur ibu juga menjadi tidak teratur. Cobalah untuk tidur ketika bayi Anda sedang tidur agar Anda tidak lemas karena kekurangan istirahat.
  • Mintalah bantuan untuk mengurus bayi di beberapa minggu pertama setelah melahirkan karena pada saat ini kesehatan ibu belum pulih sepenuhnya.
  • Makan makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan juga gizi bayi.
  • Penuhi kebutuhan cairan terutama jika ibu harus menyusui bayi.
  • Mintalah nasihat dokter terkait obat-obatan yang boleh dan tidak boleh diminum. Tidak sedikit obat-obatan tradisional yang dipercaya dapat membantu ibu selama masa nifas. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu.
  • Jika ada kelainan yang terjadi (seperti misalnya ibu tiba-tiba demam, atau perdarahan tidak berhenti, rasa sakit pada perut, dan sulit mengontrol pergerakan otot untuk buang air) ibu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Komplikasi masih mungkin terjadi selama masa nifas sehingga penanganan dan perawatan yang segera dapat membantu menyelamatkan nyawa ibu jika terjadi sesuatu.

Bagi ibu yang bingung untuk memilih obat herbal setelah melahirkan caesar, kami rekomendasikan Kapsul Kutuk Premium. 5x lebih cepat keringkan jahitan pasca operasi caesar, mencegah keloid, dan tidak mempengaruhi produksi ASI. 

masa nifas setelah melahirkan caesar

artikel terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *