Amankah Konsumsi Makanan Laut Setelah Melahirkan Caesar?

Makanan Laut Setelah Melahirkan Caesar

makanan laut setelah melahirkan
makanan laut setelah melahirkan

Makanan laut setelah melahirkan – Setelah melahirkan caesar pasti merasa bingung ketika ingin memakan seafood atau makanan laut dengan segala kandungan yang ada didalamnya, sehingga muncul pertanyaan “Amankah konsumsi makanan laut setelah melahirkan?”. Karena banyak yang memberi tahu jika memakan makanan laut nantinya jahitan ibu akan terasa gatal. sejatinya sejak sang buah hati telah dilahirkan, pantangan dan anjuran bagi para menjadi lebih longgar dibandingkan ketika masih hamil. Namun tidak ada salahnya bagi ibu mengeahui boleh tidaknya konsumsi makanan laut setelah melahirkan caesar.

Konsumsi Makanan Laut Setelah Melahirkan? Amankah?

Macam seafood beberapa diantaranya yaitu kerang, udang, dan kepiting, telah lama diyakini sebagai “beracun” bagi mereka yang memakannya. Terutama mereka yang membutuhkan pemulihan fisik dari penyakit atau perawatan medis. Dipercaya bahwa memakannya akan memperlambat penyembuhan luka. “Tapi mereka hanya sumber protein”, kata Ms Gina Lin, ahli diet di Singapore General Hospital.

Selain memiliki reputasi buruk bagi Anda yang memiliki alergi seafood. Kemoterapi atau operasi  menempatkan dibagian bawa tubuh tekanan luar biasa dan melemahkan sistem kekebalan. Tubuh dengan demikian membutuhkan lebih banyak protein untuk pemulihan. pilihan termasuk ikan, daging tanpa lemak, unggas, udang, kepiting, dan kacang – kacangan. Pastikan bahwa makanan ini dimasak dengan baik sehingga tidak lebih jauh membuat sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Memang benar makanan laut atau seafood mengandung banyak zat merkuri yang tak baik bagi tubuh ibu hamil jika dikonsumsi berlebihan. Namun, tak semua makanan laut mengandung banyak merkuri. Udang merupakan makanan laut atu seafood yang rendah kalori dan memiliki merkuri yang minim. Kandungan vitamin C, vitamin D, dan kolin di dalamnya, udang tentu tidak dilarang dan bahkan dianjurkan bagi ibu pasca melahirkan.

Selain itu, makanan laut setelah melahirkan yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah udang. Karena udang merupakan salah satu  dari sekian jenis seafood yang mengandung mineral tinggi seperti yodium, zat besi, dan selenium. Jenis seafood yang satu ini juga kaya akan omega 3 dan omega 6. Meskipun dapat dikonsumsi dengan berbagai kondisi dan cara, akan lebih baik jika udang dimasak terlebih dahulu. Membersihkan udang dan memasaknya hingga matang akan aman bagi tubuh jika dikonsumsi. Berbagai macam kandungan nutrisi di dalam udang mulai dari vitamin D, vitamin B12, vitamin E, vitamin B6, vitamin C, hingga Niaci dapat membantu mengontrol kadar kolesterol jika udang sudah diolah sampai matang.

makanan laut setelah operasi

Selain mengatur kadar kolesterol, udang juga mengandung berbagai mineral seperti sodium, magnesium, kalsium zat besi hingga fosfor yang akan sangat berguna bagi tubuh. Semua kandungan mineral tersebut akan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hal ini tentu berguna bagi ibu pasca melahirkan, mengingat banyaknya cairan yang dikeluarkan ibu sebelum dan setelah melahirkan caesar. Mengonsumsi mineral yang cukup tentu kan membantu ibu untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh setelah melahirkan.

Tak hanya mineral, udang juga kaya akan protein. Protein juga memiliki banyak manfaat dan salah satu diantaranya adalah membentuk sel-sel dalam tubuh yang akan dibutuhkan oleh otot. Otot yang terpenuhi oleh asupan protein yang cukup pasti akan dapat berfungsi dengan baik. Fungsi otot inilah yang bisa digunakan para ibu untuk menjaga bentuk badan setelah melahirkan baik caesar maupun normal. Mengingat banyak keluhan para ibu yang mengalami penggemukan badan setelah melahirkan.
Kemampuan kandungan dalam udang untuk meningkatkan sistem imun. Banyak kandungan vitamin C dalam udang yang merupakan vitamin yang paling banyak kandungannya di dalam udang memungkinkan hal tersebut terjadi. Agar tak mudah terserang penyakit, ada baiknya ibu meningkatkan sistem kekebalan imun setelah melahirkan.

Makan makanan Laut Setelah Melahirkan, Bolehkah? Inilah Ceritaku

Beberapa hari lalu setelah operasi, “dokter memberikan saran yaitu memperbanyak makan makanan yang engandung protein seperti tahu, daging, ikan, dan tempe”. Padahal tetangga saya menyarankan bahwa setelah operasi lebih baik makan ikan dan telur, agar bekas luka operasi cepat kering. Lalu mana yang benar dan mana yang saya ikuti?

Saya sempat menelusuri google, mencari tahu tentang hal itu. Lalu saya tersadar bahwa bahan dasar pembentukan protein itu asam amino. Asam amino ini adalah bahan dasar pembuatan hormon, enzim, bahkan antibodi. tidak hanya itu, asam amino yang jenisnya ada 20 juga membentuk hampir sebagian besar tubuh makhluk hidup. Jadi setelah operasi, protein sangat dibutuhkan.

Antibodi

Operasi pasti menimbulkan bekas luka sayatan dimana bakteri, jamur, dan kuman lainnya dengan senang hati menempel pada luka. Selain antibodi yang diberikan saat operasi, tubuh juga menghasilkan antibodi sendiri sebagai prajurit untuk melawan kuman – kuman tersebut. Unsur pembentukan antibodi dalah rantai gula dan asam amino.

Enzim

Luka sayatan pasca operasi otomatis butuh menempel erat lagi dengan kulit. Agar bisa menempel sel-sel di daerah sayatan akan membelah diri. Sepanjang proses membelah diri ini, sel-sel tersebut butuh enzim untuk membantu proses pemulihan pasca operasi dan salah satu penyusun enzim adalah protein.
Protein itu didapat darimana? Tentunya dari makanan yang kita makan. Jenis makanannya adalah daging (unggas, kambing, sapi, kerbau, dan lain-lain), ikan (baik ikan tawar maupun ikan laut), seafood, kacang-kacangan, putih telur, dan kedelai serta susu.

Jadi, boleh saja memakan makanan laut setelah operasi, salah satu yang dapat dikonsumsi udang yang memiliki mekuri  tidak terlalu berbahaya untuk tubuh. Kandungan pada udang baik untuk orang yang telah operasi, karena udang mengandung protein yang dapat membat luka operasi cepat sembuh.

Konsumsi Makanan Laut Setelah Melahirkan – Alergi Terhadap Seafood

Alergi makanan laut atau seafood paling sering terjadi di mana makanan laut adalah bagian penting dari diet, seperti di Asia dan Skandinavia. Beberapa kondisi yang disebabkan oleh racun atau parasit dalam makanan laut dapat menyerupai reaksi alergi terhadap makanan laut. Sementara angka bervariasi dari satu negara ke negara, sekitar 1% dari populasi diperkirakan menderita alergi makanan laut ini lebih sering terjadi pada kehidupan remaja dan dewasa daripada masa kanak-kanak. Sekitar 20% akan tumbuh dari alergi.

makanan laut setelah operasi

Banyak reaksi alergi terhadap makanan laut yang ringan menyebabkan gatal-gatal (urtikaria), pembengkakan (angiodema), dan reaksi usus (mutah, diare). Gejala yang palig berbahaya adalah kesulitan bernafas (kolaps) yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah yang dapat mengancam jiwa. Ini dikenal sebagai anafilaksis, reaksi alergi yang parah. Kadang-kadang kesulitan bernafas dapat terjadi dari menghirup asap ketika seafood sedang dimasak dan di pabrik pengolahan makanan laut. Anak-anak dengan riwayat asma mungkin lebih cenderung memiliki reaksi alergi parah terhadap makanan laut atau seafood. Tidak disarankan juga makan makanan laut setelah operasi bagi yang memiliki alergi, karena bisa menimbulkan efek pada jahitan pasca operasi menjadi berbahaya.

Kelompok makanan laut atau seafood yang dapat memicu reaksi alergi :

Vertebrata (ikan dengan tulang belakang)

Jenis ikan yang termasuk dalam Vertebrata yaitu salmon, mackerel, sarden, tuna, belut, cod, herring, haddock, john dory, sinar, dan teri.

Avertebrata (ikan tanpa tulang punggung)

Kemudian jenis ikan yang termasuk Avertebrata adalah udang, lobster, kepiting, udang karang, kerang, gurita, cumi-cumi, abalone, dan siput laut.

Meskipun makanan laut atau seafood mengandung banyak merkuri, tetapi tidak semua seafood berbahaya bagi ibu setelah melahirkan caesar. Udang menjadi salah satu seafood yang diperbolehkan untuk ibu konsumsi setelah melahirkan. Jadi, untuk ibu yang menanyakan “Amankah konsumsi makanan laut setelah melahirkan caesar? terjawab sudah dengan penjabaran diatas.

artikel terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *