Jarak Kehamilan Yang Baik Setelah Persalinan Caesar

jarak kehamilan

Jarak kehamilan yang biasanya diabaikan ternyata perlu di telusuri juga, karena jarak kehamilan yang terlalu dekat bisa mengakibatkan resiko. Jarak kehamilan tidak hanya memperngaruhi jarak usia anak – anak, tetapi juga berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Terutama untuk ibu yang telah menjalani persalinan caesar pada kehamilan sebelumnya.

Setelah persalinan caesar, luka akibat operasi membutuhkan waktu lebih lama untuk pemulihan dengan adanya jarak kehamilan yang cukup lama memberi kesempatan pada tubuh ibu untuk benar-benar pulih sebelum kembali mengandung bayi. Karena ibu yang melahirkan melalui persalinan caesar kehilangan darah 2 kali lebih banyak dibandingkan melahirkan normal. Ibu yang hamil kurang dari 6 bulan setelah melahirkan memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi kehamilan, seperti bayi dengan berat badan rendah, abrupsi plasenta, dan ruptur uterus. Berikut penjelasan resiko yang mungkin terjadi jika jarak kehamilan sangat pendek :

  • Ruptur Uteri : VBAC bisa berujung pada robeknya dinding rahim, khusunya jika jarak antar kehamilan sangat pendek. Ruptut uteri merupakan robeknya bekas luka yang didapat dari persalinan dengan operasi caesar sebelumnya. Ibu hamil dengan berat badan berlebihan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami ruptur uteri.

 

  • Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) : Ibu yang hamil lagi setelah operasi caesar dengan jeda waktu yang sangat pendek, berisiko melagirkan bayi bisa dengan berat badan rendah, misalnya di bawah 2,5 kg.

 

  • Abrupsi Plasenta : Plasenta meluruh atau bahkan plasenta lepas dari dinding rahim sebelum waktunya. Ini akan menyebabkan masalahyang sangat

Sebagai aturan umum, sebaiknya ibu menunda kehamilan berikutnya selama 18 – 23 bulan. Hal ini akan mengurangi resiko komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan lainnya. Waktu yang cukup lama, namun jika ibu hamil lagi kurang dari 18 bulan setelah operasi caesar jangan panik. Mengambil jarak kehamilan selama 18 bulan memang pedoman yang dirancang untuk mengurangi resiko komplikasi. Tetapi banyak juga yang hamil lebih cepat dari kurun waktu yang ditentukan dan baik – baik saja.

Hal yang paling penting adalah jaga baik – baik kehamilan ibu dan selalu waspada dengan gejala yang terjadi. Jika ibu ingin melahirkan secara normal, sebaiknya tunggu selama 2 tahun. Hal tersebut demi kesehatan ibu dan bayi kelak. Ingat, ibu yang sehat akan memberi pola asuh berkualitas pada anak-anak dan keluarganya. 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *