Infeksi Pasca Caesar Mengenai Gejala dan Pencegahannya

Infeksi Pasca Caesar

infeksi pasca caesar
infeksi pasca caesar

Infeksi pasca caesar –¬†Awal kehamilan banyak orang yang menginginkan persalinan secara normal selain dapat memperkecil resiko kesehatan setelah melahirkan. Beberapa halpun dilakukan oleh banyak orang supaya dapat melahirkan secara normal, karena banyak yang memiliki rasa takut melahirkan dengan operasi caesar. Tetapi meskipun sudah diusahakan supaya normal tetap tidak bisa seperti keadaan bayi yang tidak berada pada posisinya atau bayi sungsang. Selain itu jika memilih untuk melahirkan caesar bisa juga terjadi infeksi pasca caesar, hal ini bisa terjadi bila Anda tidak merawat luka dengan baik dan benar.

Operasi caesar merupakan salah satu teknik melahirkan melalui jalan operasi, langkah medis ini dilakukan untuk memberikan keselamatan bagi ibu dan janin. Ibu yang telah melalui proses persalinan caesar sebaiknya melakukan perawatan khusus seperti beberapa mediasi sekitar 6-7 minggu.

Masalah pasca persalinan yang seringkali dihadapi adalah kulit gatal pasca operasi caesar. Pada sebuah penelitian yang dilakukan bahwa kulit perut yang gatal pasca operasi mungkin saja terjadi dan ini dinilai normal saja. Rasa gatal dapat terjadi dikarenakan pada saat proses operasi dilakukan proses pemotongan saraf-saraf dan ketika mulai terhubung kembali maka akan menimbulkan rasa gatal yang dialami di area luka bekas operasi caesar.

Mengenali Gejala Infeksi pasca caesar dan pencegahannya

Infeksi bisa terjadi pada luka bekas jahitan operasi bahkan dinding rahim, walaupun yang terakhir ini jarang terjadi. Kalau tidak ditangani dengan benar, infeksi yang biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7 pasca persalinan bisa berakibat fatal pada kesehatan ibu. Terjadinya infeksi pada kulit perut ini biasanya disebabkan oleh kurang sterilnya alat-alat operasi yang digunakan. Seperti yang kita tahu, kebersihan alat-alat operasi selalu menjadi hal utama yang harus diperhatikan sebelum melakukan operasi. Jika alat-alat operasi yang digunakan kurang bersih, hal ini bisa memicu infeksi pada luka pasien.

Selain kebersihan, respon tubuh pasien terhadap benang jahit bisa juga menjadi sebab infeksi. Mengapa? karena dalam operasi caesar kita mengenal dua jenis benang jahit. Jenis pertama terbuat dari protein dan bisa diserap oleh tubuh. Jenis kedua adalah benang sintesis yang tidak bisa diserap oleh tubuh dan harus diangkat setelah beberapa hari.

Jenis benang jahit pertama atau yang terbuat dari protein, bagi beberapa pasien bisa tidak tahan dan menyebabkan alergi sehingga luka jahitan operasi caesar terinfeksi dan atau membuka kembali. Sebab terakhir adalah saat menjahit. Kasus ini bisa terjadi jika jaringan kulit yang dijahit terlalu banyak sehingga bekas jahitan menjadi tebal dan memicu terjadinya infeksi. Hal yang harus anda lakukan untuk mencegah infeksi menjadi semakin parah adalah mengenali gejala terjadinya infeksi seperti, jahitan dikulit perut terlihat merah dan meradang, terasa sangat gatal, keluar cairan putih kekuningan atau darah disela-sela jahitan, terasa panas didaerah jahitan, nyeri kalau ditekan. Jika anda mengalami satu atau lebih gejala diatas, yang perlu diingat adalah jangan terus ditekan bahkan digaruk lukanya. Tahan sebentar dan segera lakukan pengobatan

Infeksi pasca caesar pada luka dan jahitan di kulit perut
Umumnya penyebab infeksi pada bagian luar jahitan Caesar adalah, karena:

  • Kebersihan luka yang kurang terjaga dengan baik.
  • Respon tubuh ibu terhadap bahan dasar benang jahit, sehingga menimbulkan reaksi alergi pada kulit atau disekitar area jahitan.
  • Saat terasa gatal, sering digaruk-garuk.
  • Saat menjahit, mungkin saja Dokter mengambil jaringan kulit (yang dijahit) terlalu banyak, sehingga bekas jahitan menjadi tebal, sehingga lebih lama sembuh. Karena semakin lama luka sembuh, semakin besar untuk terjadinya infeksi.
  • Masuknya kuman pada saat operasi, karena pada saat operasi, terdapat daerah yang terbuka sedangkan diudara banyak sekali kuman sehingga apabila daya tahan tubuh ibu kurang baik, mudah sekali terjadi infeksi.
  • Sterilitas pada saat operasi baik alat dan perangkatnya kurang baik.

Sedangkan untuk gejala infeksi yang sering muncul pada jahitan kulit luar bekas Operasi Caesar, antara lain:

  • Kulit di sekitar luka jahitan tampak kemerahan, meradang atau bengkak.
  • Terasa sangat gatal.
  • Keluar cairan putih kekuningan (nanah) atau darah disela-sela jahitan.
  • Terasa panas di daerah jahitan.
  • Terasa nyeri bila ditekan.

Maka dari itu, apabila menemui beberapa gejala diatas, tindakan yang bisa ibu lakukan, dirumah yaitu:

  • Tidak menekan-nekan luka yang nyeri.
  • Tidak menggaruk-garuk kembali luka jahitan atau area sekitar luka jahitan yang terasa gatal.
  • Tidak melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan membungkuk atau mengangkat beban berat.
  • Membuka kembali perban luka untuk mencegah infeksi bakteri Anaerob (hidup tanpa oksigen) yang ganas.
  • Membersihkan luka dengan memberikan obat antiseptik.
  • Istirahat yang cukup (sementara waktu jangan banyak bergerak).

Namun sebelum itu, sebaiknya segera kontrol (periksakan) ke Dokter, agar dilakukan pemberian Antibiotik, pembersihan luka dengan cairan antiseptik serta mengganti perban.

Tanda – tanda infeksi pasca caesar

Melahirkan caesar melibatkan membuat sayatan di perut, operasi pengangkatan bayi dilakukan saat proses persalinan normal tidak memungkinkan. Karena komplikasi yang bisa membuat kelahiran normal berbahaya bagi ibu dan bayi. Meskipun operasi caesar dilakukan di tempat yang steril, masih ada resiko infeksi yang akan terjadi.

  • Tanda-tanda infeksi eksternal

Salah satu sinfeksi yang paling umum setelah operasi caesar adalah sayatn. Karena kulit adalah tempat bagi bakteri yang menyebabkan infeksi terjadi. Insisi yang terinfeksi bisa menjadi merah, bengkak, dan lunak ketika tubuh mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Bekas luka sayatan juga bisa mengeluarkan nanah, dalam beberapa kasus infeksi dapat menyebar dan menyebabkan garis jejak merah terlihat pada permukaan kulit yang mengarah keluar dari sayatan.

  • Tanda-tanda infeksi internal

Operasi caesar juga dapat menyebabkan jaringan internal menjadi terinfeksi. Salah satu tanda infeksi internal adalah demam, Anda juga dapat menjumpai cairan dari luka yang mungkin seperti bau busuk. Jika ginjal atau saluran kemih terlibat, buang air kecil mungkin sulit atau menyakitkan, dan urin mungkin keruh atau memiliki bau yang tidak biasa. Anda yang mengalami hal ini mungkin akan merasakan nyeri di perut dan juga bisa terjadi gejala mirip flu. Infeksi internal umumnya memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

  • Keracun darah (Septicemia)

Salah satu jenis infeksi yang paling berbahaya setelah operasi caesar disebut septicemia. Septicemia adalah hasil dari infeksi bakteri yang menyebar ke aliran darah. Septicemia dapat menyebabkan demam spiking mendadak serta pernafasan cepat, menggigil, dan denyut jantung yang cepat. Penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang dikenal sebagai syok septik yang ditandai dengan tekanan darah rendah, hipotermia, masalah mental (seperti kebingungan), dan masalah pembekuan darah. Selain itu septicemia adalah kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis sesegera mungkin.

baca juga : Berapa Jarak Normal Kehamilan Setelah Melakukan Caesar???

Cara mencegah infeksi pasca caesar

infeksi pasca caesar
infeksi pasca caesar

Sebelum infeksi terjadi, sebaiknya tindakan pencegahan memang perlu dilakukan agar proses penyembuhan pasca Operasi Caesar berlangsung lebih cepat. Berikut beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi:

  • Menjaga agar luka jahitan tetap kering dan bersih. Keringkan daerah perut hingga kering setiap kali habis mandi. Tapi ingat, jangan digosok.
  • Biasanya selama 5-7 hari pasca Operasi Caesar ibu tidak diperkenankan mengganti perban sendiri, nanti pada saat kontrol baru diganti oleh Dokter Kandungan. Setelah itu baru ibu bisa menggantinya sendiri, namun jangan lupa mengganti perban sehari 2 kali. Dan sebelum memasang perban, olesi cairan antiseptik pada luka jahitan.
  • Luka jahitan jangan sampai tergesek dan tertekan. Untuk itu gunakan pakaian yang Longgar seperti baju Daster.
  • Minum obat (Antibiotik) sesuai anjuran dan resep Dokter.
  • Jangan mengangkat beban berat atau mengedan agar tekanan didalam perut tidak meningkat dan menyebabkan jahitan dapat terbuka.

*** Semoga Bermanfaat ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *