Penjelasan Dan Efek Samping Anestesi Sebagai Pengetahuan Bagi Ibu Hamil

Efek Samping Anestesi

efek samping anestesi
efek samping anestesi

Efek Samping Anestesi – Siapa yang tidak kenal obat bius? Sebelum obat bius alias obat anestesi ditemukan, bisa dipastikan bahwa setiap pembedahan akan diikuti dengan jeritan-jeritan maut yang memekakkan telinga. Penemuan obat-obat anestesi tidak hanya mendukung pembedahan yang aman tapi juga nyaman bagi pasien maupun dokter yang melakukan. Anestesi atau pembiusan saat ini dapat dilakukan melalui beberapa cara. Apa saja dan apa efek samping anestesi?

Anestesi berasal dari bahasa yunani ‘an’ yang berarti tidak dan ‘aesthetos’ yang berarti persepsi atau kemampuan merasa. Berarti anestesi atau pembiusan adalah pengurangan atau penghilangan sensasi untuk sementara, sehingga operasi atau prosedur ain yang menyakitkan dapa dilakukan. Istilah anestesi pertama kali digunakan oleh Oliver Wendel Holmes Sr (1846). Selain itu anestesi memiliki 3 macam jenisnya dan memiliki efek samping begantung pada anestesi yang didapatkan. Berikut kami jelaskan tentang jenis dan efek samping dari anestesi :

Jenis anestesi ada 3 macam yaitu :

  • Anestesi Umum, jenis anestesi yang membuat pasien tidak sadar.
  • Anestesi Regional, pembiusan satu bagian tubuh yang akan dioperasi.
  • Anestesi Lokal, anestesi ini hanya membuat mati rasa bagian tubuh yang akan diambil tindakan.
Efek Samping Anestesi Umum

Obat bius dapat membuat seseorang memasuki tidur yang dalam, dengan demikian Anda tidak akan merasakan apapun selama proses pembedahan. Anestesi umum dapat diberikan dengan cara dihirup melalui masker atau selang. Bisa juga diberikan melalui infus dan suntikan atau kombinasi keduanya. Anestesi umum dapat menekan seluruh fungsi tubuh termasuk pernafasan, denyut jantung, aliran darah, saluran pencernaan, serta refles menelan.

Berikut beberapa efek samping anestesi umum:

1. Mual dan muntah setelah operasi, untuk mencegah terhirupnya muntah Anda harus puasa sedikitnya 8 jam sebelum operasi.
2. Kedinginan atau menggigil hingga 30 menit setelah operasi.
3. Bingung, sulit berpikir jernih, dan amnesia. Gangguan ini sifatnya hanya sementara saja dan biasanya terjadi pada lansia.
4. Gangguan berkemih, baik sulit buang air atau mengompol.
5. Pusing berputar.
6. Nyeri tenggolrokan.
7. Cedera bibir.
8. Cedera gigi akibat pemasangan selang pernapasan.

efek samping anestesi regional

Anestesi regional yaitu jenis anestesi yang berfokus pada kerja saraf dengan cara memblokir kerja saraf motorik, sensorik, maupun otonom. Anestesi jenis ini dilakukan pada satu bagian tubuh yang akan dioperasi, seperti daerah perut ke bawah, daerah tungkai, atau daerah dada. Cara memberikan anestesi ini dengan menyuntikkan obat anestesi lokal pada saraf yang mempersarafi bagian tubuh tersebut. Anestesi ini memungkinkan kita dapat tetap sadar tapi tidak merasakan apapun saat dioperasi.

Efek samping anestesi ini yang dapat ditimbulkan adalah :

  • Rasa nyeri dan sakit kepala
  • Hipotensi
  • Penurunan suhu tubuh hingga hipotermia
  • Perdarahan
  • Keracunan bahan anestetik
  • Reaksi alergi
  • Infeksi tulang belakang
  • Infeksi selubung otak (meningitis)
  • Kegagalan fungsi sistem pernapasan

Berikut beberapa dampak komplikasi spesifik yang dapat disebabkan anestesi regional :

  • Total spinal block – merupakan istilah untuk pemblokiran sel saraf tepi yang disebabkan kelebihan dosis zat anestetik yang digunakan pada tulang belakang. Hal tersebut menyebabkan efek paralisis pada otot. Pemblokiran saraf juga dapat menyebabkan kegagalan sistem pernapasan saat pasien tidak sadarkan diri. Untuk mengatasi gangguan pernapasan kemungkinan diperlukan tindakan tambahan membuat saluran pernapasan dan ventilasi.
  • Hipotensi – penurunan tekanan darah merupakan dampak dari pemblokiran fungsi saraf simpatetik. Hal tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dengan cairan tambahan, namun hal tersebut perlu memperhatikan riwayat kesehatan jantung pasien.
  • Defisit neurologis – merupakan penurunan fungsi dari beberapa saraf yang terdapat pada tulang belakang yang dapat bersifat sementara ataupun permanen. Penyebab utamanya adalah kerusakan pada saraf tulang belakang yang mengakibatkan penurunan kerja saraf sensori dan penurunan kemampuan motorik tubuh.
Efek samping anestesi lokal

Anestesi lokal adalah jenis anestesi yang digunakan untuk operasi ringan yang melibatkan hanya sebagian kecil dari area permukaan tubuh. Anestesi lokal menyebabkan mati rasa pada bagian kecil tubuh dengan menyuntikkan obat anestetik pada area yang akan dibedah untuk menghilangkan rasa sakit. Tidak seperti anestesi umum, jenis anestesi ini tidak memiliki dampak komplikasi. Tetapi masih mungkin untuk menimbulkan beragam efek samping, yaitu :

  • rasa sakit
  • berdarah
  • infeksi
  • kerusakan sebagian kecil saraf
  • kematian sel

Tidur yang diinduksi anestesi tidak sama dengan tidur biasa. Tetapi bentuk ketidaksadaran sementara yang secara hati – hati dikendalikan dokter anestesi. Setiap jenis operasi membutuhkan pengelolaan jumlah yang tepat dari anestesi.

Cara kerja pemberian anestesi adalah dengan memblok sinyal saraf dari rasa sakit yang akan Anda rasakan selama operasi atau tindakan medis lainnya yang berlangsung. Anestesi dapat diberikan dengan beberapa cara, yakni sebagai salep atau semprotan, suntikan, serta pemberian gas yang harus dihirup oleh pasien.

Kadang-kadang, setelah operasi pasien merasa sakit kepala karena kekurangan cairan. Hal yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi ini yaitu pasien dianjurkan minum banyak cairan.

Mengenai frekuensi operasi caesar itu sendiri, selama ini belum ada kesepakatan berapa kali yang diperbolehkan. Hal ini tergantung pada keadaan sang ibu itu sendiri. Namun, dokter biasanya menyarankan dua kali saja.

Begitu pula usia untuk melahirkan caesar tidak dibatasi. Hanya saja untuk kehamilan mengingat kondisi ibu hamil dan hubungannya dengan kesehatan pertumbuhan janin. Biasanya kehamilan dianjurkan terjadi pada usia di bawah 40 tahun.

efek samping anestesi
efek samping anestesi

Efek Samping Anestesi Lainnya yang perlu diketahui…….

Pada umumnya, anestesi tidak akan memberikan efek samping pada seseorang yang memang bertubuh sehat. Hanya saja pada sebagian orang, efek samping tersebut bisa muncul. Pada anestesi umum, beberapa efek samping yang terjadi misalnya muntah, pneumonia, serta radang tenggorokan. Tidak hanya itu, anestesi lokal dengan dosis yang tinggi dapat memengaruhi kinerja otak dan jantung Anda. Adapun efek samping sakit kepala bisa Anda rasakan setelah mendapatkan anestesi regional spinal.

Efek samping anestesi bergantung pada jenis anestesi yang didapatkan. Kesehatan, usia, serta bagaimana respons tubuh terhadap obat tersebut. Salah satu masalah kesehatan seperti penyakit jantung, biasanya akan menambah efek samping dari pemberian anestesi tersebut. Tidak hanya itu, mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta penggunaan obat-obatan terlarang juga bisa menambah risiko efek samping dari pemberian anestesi.

Biasanya sebelum pemberian anestesi, dokter atau perawat akan memberikan pemberitahuan terkait hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan semalam sebelum tindakan operasi berlangsung. Misalnya saja, tahu kapan harus berhenti untuk makan dan minum, berusaha untuk tetap tenang dan jangan gugup menanti operasi berlangsung (karena sebagian orang mengalami hal tersebut), serta mencari teman atau saudara untuk mendampingi Anda selama dan setelah operasi (Anda tidak dianjurkan untuk mengendarai kendaraan setelah menerima anestesi). Jika Anda akan melakukan sebuah operasi, baik besar maupun kecil, tidak ada salahnya untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter. Terkait jenis anestesi yang akan diberikan dan juga efek sampingnya.

Itulah efek samping anestesi yang dapat saya jelaskan. Semoga dapat menambah pengetahuan bagi Anda yang baru pertama kali menjalankan operasi caesar.

*** Semoga Bermanfaat ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *