Apakah Efek Pada Bayi Yang Terlahir Melalui Operasi Caesar?

efek melahirkan casear pada bayi

efek melahirkan caesar pada bayi
efek melahirkan caesar pada bayi

Efek melahirkan caesar pada bayi – Wanita hamil pada umumnya menginginkan dapat melahirkan secara normal. Tetapi banyak juga yang memilih melahirkan caesar untuk kelahiran si kecil. karena ingin memilih tanggal tertentu sebagai kelahiran si kecil ataupun karena ingin menghindari rasa sakit. Selain itu, bagi kelahiran bayi premature, para dokter juga kerap menganggap melahirkan caesar sebagai pilihan terbaik. Namun ternyata, dalam sebuah studi ditemukan bahwa bagi bayi yang terlalu kecil, masih rapuh atau lahir lebih cepat daripada usia normal mereka. Kelahiran melalui operasi caesar tidak lebih aman jika dibandingkan dengan persalinan normal.

Bahkan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa resiko untuk mengalami komplikasi dan gangguan pernapasan juga terjadi ketika persalinan bayi tersebut melalui operasi caesar. Dr Erika Werner, asisten profesor ginekologi dan kebidanan di Johns Hopkins School of Medicine sekaligus pemimpin penulis studi tersebut, mengungkapkan bahwa sebaiknya dokter harus mempertimbangkan kembali proses kelahiran seorang bayi. Werner juga mengatakan bahwa “Anda tidak boleh mengasumsikan tidak ada kerugian bayi yang lahir melalui operasi caesar”. Berbagai pertimbangan memang sangat dibutuhkan, untuk membantu menentukan pilihan.

Benarkah Memilih Operasi Caesar?

Sebelum menentukan untuk memilih melahirkan caesar ada baiknya ibu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, melahirkan caesar ternyata tak hanya bereiko untuk ibu. Tetapi efek melahirkan caesar pada bayi juga bisa terjadi terutama kesehatannya. Jika masih ada kemungkinan untuk melahirkan normal, ada baiknya pilih dengan cara melahirkan norma. Mengapa begitu? Karena melahirkan normal sangat kecil kemungkinan untuk menimbulkan resiko setelah melahirkan. Melahirkan normal juga tidak membutuhkan waktu penyembuhan yang lama setelah proses persalinan, sedangkan melahirkan caesar sangat membutuhkan waktu lama agar bekas luka benar-benar sembuh total. Seorang ibu hamil yang memilih melahirkan caesar pastinya juga akan dirawat terlebih dahulu dirumah sakit selama kurang lebih 3-4 hari.

efek melahirkan caesar pada bayi
efek melahirkan caesar pada bayi

Makanan dan kebersihan juga harus selalu dijaga agar bekas luka tidak menimbulkan komplikasi seperti infeksi, jahitan terbuka, jahitan bernanah, dan lain sebagainya. Agar bekas luka sembuh ibu membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu setelah operasi. Mengapa demikian? Melahirkan caesar adalah sebuah operasi besar yang dilakukan di bagian perut dengan sayatan hingga 7 lapisan. Sebelum operasi dilakukan ibu juga biasanya diberi anestesi atau obat bius agar tidak merasakan nyeri saat proses persalinan dilakukan. Namun tetap saja ibu dapat merasakan tarikan di bagian perut saat bayi dikeluarkan dari dalam rahim. Sayatan yang dilakukan ada 2 macam yaitu sayatan horizontal dan vertikal, berikut penjelasannya :

1.   Horizontal

Sayatan horizontal atau transversal merupakan yang paling sering ditemukan sekarang ini, lebih dari 95% operasi caesar menerapkan sayatan ini. Horizontal dibuat melintang pada bagian perut paling bawah atau pada bagian terendah dari rahim. Membuat pendarahan lebih sedikit. Juga kemungkinan Anda melahirkan normal setelah melakukan operasi caesar dengan sayatan ini bisa jadi lebih besar.

2.   Vertikal

Sayatan vertikal banyak dilakukan pada operasi caesar zaman dahulu, sekarang sudah sedikit dokter yang menerapkan sayatan ertikal ini. Vertikal biasanya diterapkan untuk kasus-kasus tertentu, seperti jika Anda sudah mempunyai bekas luka operasi caesar sebelumnya dengan bentuk vertikal, jika bayi berada rendah di dalam rahim atau pada posisi bayi tidak biasa atau pada keadaan darurat yang membutuhkan persalinan segera, seperti pendarahan hebat karena plasenta previa. Dibentuk pada bagian tengah perut, biasanya dibawah pusar sampai ke garis rambut kemaluan. Mungkin ini sayatan yang lebih menyakitkan dan membutuhkan lebih banyak waktu dalam penyembuhannya. Jika ingin melahirkan normal setelah operasi caesar dengan sayatan ini, memiliki resiko komplikasi saat persalinan normal (seperti ruptur rahim) lebih besar. Namun, perlu diketahui biasanya sayatan pada perut tidak sama dengan syatan pada rahim (dokter melakukan sayatan sebanyak dua kali pada perut dan rahim saat operasi caesar).

Selain itu ada pula bahaya yang bisa terjadi pada ibu saat memilih melahirkan caesar. Dokter tidak menganjurkan perempuan untuk melakukan operasi caesar lebih dari tiga kali karena resikonya sangat berbahaya. Jika ada wanita yang melahirkan empat kali, maka dia harus melahirkan dengan cara normal. Berikut ini adalah bahaya melakukan tindakan operasi caesar yang harus diketahui :

1. Pecahnya Rahim

Resiko ini akan terjadi pada wanita yang melakukan operasi caesar. Alasannya adalah bekas luka yang ada di rahim bisa mudah untuk robek dan juga hancur. Jika ada wanita yang mengalami kondisi ini, wanita tersebut akan memiliki bayi dengan kematian 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan rahim wanita yang normal.

2. Timbul Jaringan Perut Dan Adhesi

Akan ada resiko yang terjadi pada bekas luka jahitan sebanyak 7 lapisan perut tersebut. Meskipun akan ada infeksi yang tidak serius paska melahirkan caesar, infeksi itu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi ibu sehabis melahirkan secara caesar. Infeksi bernama minor bisa menyebabkan sakit dan juga berpengaruh terhadap jaringan perut yang lebih dalam lagi. Infeksi yang serius membutuhkan perawatan yang lebih lama di dalam rumah sakit.

3. Transfusi Darah

Wanita yang melakukan tindakan caesar lebih dari enam kali resikonya adalah wanita tersebut harus menjalani transfusi darah sebab bisa dipastikan bahwa wanita itu akan mengalami pendarahan hebat.

4. Infeksi

Ibu yang melahirkan secara caesar bisa menyebabkan ibu hamil tersebut terkena infeksi, infeksi itu misalnya timbulnya nanah pada bekas luka atau bekas jahitan operasi tersebut. Tidak hanya itu saja resiko bekas jahitan untuk bisa terlepas sangat besar apalagi jika bekas jahitan itu terkena air kencing terutama air kencing bayi.

5. Plasenta Previa

Melahirkan dengan operasi caesar lebih dari satu kali bisa berakibat plasenta akan dekat dengan serviks. Jika serviks dalam keadaan terbuka, akan terjadi keguguran serta pendarahan yang hebat. Ibu yang mengalami pendarahan mengharuskan ibu menjalani transfusi darah.

efek melahirkan caesar pada bayi dan ibu

Melahirkan normal merupakan keinginan semua wanita hamil, namun dalam kondisi tertentu melahirkan caesar tidak bisa dihindari. Saat caesar, bayi dilahirkan dalam kondisi yang “steril”. Benarkah kondisi ini mempengaruhi kesehatan bayi? Melahirkan caesar memiliki efek  lebih besar dibandingkan dengan melahirkan normal untuk membentuk kekebalan tubuh yang baik.

Seseorang membutuhkan bakteri begitu pula bayi yang baru lahir. Bakteri ini adalah bakteri yang mampu menjaga keseimbangan pertumbuhan mikroflora dalam saluran pencernaan. Bayi yang terlahir secara normal melakukan kontak langsung dengan bakteri baik melalui tubuh ibu  dan berkembang di saluran pencernaan. Sedangkan bayi yang terlahir melalui operasi caesar tidak melekukan kontak langsung dengan vagina ibu. Sehingga menghambat proses transfer bakteri baik dari tubuh ibu ke bayi ataupun sebaliknya.

Bifidobakteri memiliki peran penting bagi bayi, saat bayi dilahirkan melalui operasi caesar. Maka laju kolonisasi bifidobakteri ke tubuh bayi akan terhambat hingga usia 6 bulan. Bifidobakteri merupakan bakteri yang menguntungkan dan bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan mikrofola dalam saluran pencernaan. Berikut peran penting mikroflora untuk tubuh bayi :

  • Merangsang sistem daya tahan tubuh bawaan atau daya tahan tubuh adaptif.
  • Membantu pematangan sistem daya tahan tubuh.
  • Melindungi terjadinya infeksi karena mikroba pathogen.
  • Membantu produksi mikronutiren seperti vitamin dan nutrisi lainnya.

Melahirkan caesar selain menimbulkan efek pada ibu, ternyata akan memiliki efek pada kesehatan bayi. Apa saja yang mungkin terjadi, diantaranya adalah :

  • Kemungkinan mengalami masalah pernafasan.

Efek melahirkan caesar pada bayi salah satunya adalah kemungkinan akan mengidap masalah pernafasan selama proses persalinan atau selama masa kanak – kanaknya. Salah satu penyakit yang mungkin terjadi adalah penyakit asma.

efek melahirkan caesar pada bayi
efek melahirkan caesar pada bayi
  • Kemungkinan mengalami obesitas

Beberapa studi mengindikasikan efek melahirkan caesar pada bayi yaitu dapat menyebabkan obesitas di masa kanak – kanan atau bahkan hingga dewasa. Tetapi hipotesis saat ini yang dikemukakan adalah hal yang berhubungan dengan faktor keturunan yang memiliki obesitas atau mengidap diabetes. Lebih besar kemungkinan anak yang dilahirkan melalui operasi caesar akan mengidap atau menagalami obesitas.

Selain efek kesehatan yang terjadi pada wanita hamil yang melahirkan melalui operasi caesar. Adapun kekurangan melahirkan caesar yang perlu ibu ketahui :

  • Menjalani rawat inap di rumah sakit

Mejalani perawatan sudah pasti akan dirasakan oleh ibu setelah melahirkan caesar. Karena ibu membutuhkan perawatan khusus setelah melahirkan caesar, istirahat yang cukup juga sangat dibutuhkan untuk pemulihan dan penyembuhan luka pasca operasi.

  • Memiliki masalah fisik setelah operasi caesar

Menjalani operasi caesar meningkatkan masalah fisik bagi ibu yaitu rasa sakit yang berkepanjangan pada bagian perut yang menimbulkan luka. Karena rasa sakit yang ibu rasakan tidak saat operasi melainkan setelah operasi dilakukan.

  • Kemungkinan pendarahan dan infeksi

Melahirkan caesar mengakibatkan besarnya kemungkinan kehilangan banyak darah. Selain itu kemungkinan terjadi penggumpalan darah, resiko infeksi dikarenakan cedera pada usus besar atau kantung kemih juga dapat terjadi.

  • Waktu pemulihan lebih lama

Setelah melahirkan caesar, ibu membutuhkan waktu untuk pemulihan yang memakan waktu cukup lama sekitar 2 bulan lamanya. Hal ini disebabkan karena persalinan caesar dilakukan dibagian perut berupa sayatan yang menimbulkan bekas luka. Luka caesar membutuhkan perawatan yang benar dan baik agar dapat sembuh dengan cepat.

  • Resiko kerusakan uterus dan plasenta pada kelahiran berikutnya

ibu yang telah menjalani operasi caesar memiliki komplikasi di kehamilan selanjutnya. Misalnya seperti robeknya uterus yang dikarenakan luka akibat operasi di uterus dan abnormalnya plasenta.

  • Kemungkinan melahirkan caesar pada persalinan berikutnya.

Jika ibu pada persalinan pertama melalui operasi caesar, maka pada persalinan kedua dan seterusmya juga akan melalui operasi caesar. Tetapi kemungkinan untuk melalui persalinan normal bisa saja terjadi, namun hal tersebut tidak banyak yang bisa tercapai.

artikel terkait :

advertising

efek melahirkan caesar pada bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *