Bahaya Anemia Saat Hamil, Begini Cara Yang Benar Untuk Mencegahnya!!!

Bahaya Anemia Saat Hamil

bahaya anemia saat hamil
bahaya anemia saat hamil

Ketika sedang hamil pastinya menginginkan kondisi badan yang selalu sehat dan tidak terjadi apapun dengan keadaan bayi dalam kandungan. Tetapi tidak ada yang tidak mungkin jika ibu mengalami beberapa permasalahan saat hamil. Masalah sepele yang sering muncul ketika hamil seperti muntah dan mual. Namun, permasalahan yang berat sekalipun bisa saja terjadi pada ibu saat hamil. Salah satu masalah yang mungkin terjadi yaitu ibu mengalami anemia saat hamil. Bahayakah jika ibu mengalami anemia saat hamil? Nah, kali ini akan dibahas tentang bahaya anemia saat hamil serta cara pencegahan yang benar.

Apakah itu Anemia?

Salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan di Indonsia dan negara lain adalah anemia. Anemia adalah suatu kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Jika mengalami kondisi tersebut biasanya akan merasa lelah dan letih, maka tidak dapat melakukan aktivitas secara optimal. Anemia terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Pengobatan kondisi ini bervariasi tergantung pada penyebabnya. Mengalami anemia dapat diobati dengan mengonsumsi suplemen secara rutin atau prosedur pengobatan khusus.

Kadar hemoglobin dalam darah manusia berbeda-beda sesuai kategori kelamin dan usia, pada bayi yang baru lahir kada hemoglobinnya adalah 17 sampai 22 gr per desiliter (g/dl), pada anak-anak 11 sampai 13 g/dl. Sedangkan pria dewasa 14 sampai 18 g/dl dan wanita dewasa 12 sampai16g/dl. Jika nilai Hb kurang dari nilai tersebut, maka seseorang dapat dikatakan mengalami anemia.

baca juga : Masa Nifas Setelah Melahirkan Caesar, Apakah Harus 40 hari?

Terdapat sekitar 400 kondisi yang dapat menyebabkan anemia pada seseorang dan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

  • Tubuh tidak cukup memproduksi sel darah merah
  • Terjadi pendarahan yang menyebabkan tubuh kehilangan darah lebih cepat dibanding kemampuan tubuh untuk memproduksi darah
  • Kelainan pada reaksi tubuh dengan menghancurkan sel darah merah yang sehat

Berikut ada beberapa jenis anemia berdasarkan penyebabnya, antara lain :

  1. Anemia akibat kekurangan zat besi.

Anemia jenis ini merupakan yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mengalami anemia dikarenakan sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat sel darah. Anemia dapat terjadi pada wanita hamil yang tidak mengonsumsi suplemen penambah zat besi. Anemia juga dapat terjadi pada perdarahan menstruasi yang banyak, tukak organ (luka), kanker, dan penggunaan obat pereda nyeri seperti aspirin. Gejala-gejala yang umumnya dialami penderita anemia kekurangan zat besi adalah:

  • Memiliki nafsu makan terhadap benda-benda aneh seperti kertas, cat atau es (kondisi ini dinamakan pica).
  • Mulut terasa kering dan pecah-pecah di bagian sudutnya.
  • Kuku yang melengkung ke atas (koilonychia).
  1. Anemia akibat kekurangan vitamin.

Selain membutuhkan zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin B12 dan asam folat untuk membuat sel darah merah. Kekurangan dua unsur nutrisi tersebut dapat menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah cukup sehingga terjadi anemia. Pada beberapa kasus, terdapat penderita anemia akibat lambung tidak dapat menyerap vitamin B12 dari makanan yang dicerna. Kondisi tersebut dinamakan anemia pernisiosa. Gejala-gejala yang umumnya dialami oleh penderita anemia kekurangan vitamin B-12 dan asam folat adalah:

  • Geli dan rasa menggelenyar di bagian tangan dan kaki.
  • Kehilangan kepekaan pada indera peraba.
  • Sulit berjalan.
  • Mengalami kekakuan pada kaki dan tangan.
  • Mengalami demensia.
  1. Anemia akibat penyakit kronis.

Sejumlah penyakit dapat menyebabkan anemia karena terjadinya gangguan pada proses pembentukan dan penghancuran sel darah merah. Contoh-contoh penyakit tersebut adalah HIV/AIDS, kanker, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, penyakit Crohn, dan penyakit peradangan kronis. Gejala-gejala yang dapat muncul pada kasus anemia akibat penyakit kronis di antaranya adalah:

  • Warna mata dan kulit menjadi kekuningan.
  • Warna urine yang berubah menjadi merah atau cokelat.
  • Borok pada kaki.
  • Gejala batu empedu.
  • Keterlambatan perkembangan pada anak-anak.

Bahaya Anemia Saat Hamil, Mengapa?

Tubuh ibu mengalami perubahan signifikan ketika hamil, jumlah darah dalam tubuh meningkat sekitar 20%-30% yang meningkatkan kebutuhan zat besi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk membuat hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke sel-sel lain di tubuh. Banyak wanita kekurangan jumlah zat besi yang cukup untuk trimester kedua dan ketiga. Ketika tubuh membutuhkan lebih banyak zat besi daripada yang tersedia, maka bisa menjadi anemia.

bahaya anemia saat hamil
bahaya anemia saat hamil

Anemia ringan normal selama kehamilan karena peningkatan volume darah. Anemia yang lebih parah, bagaimanapun dapat menempatkan bayi pada risiko yang lebih tinggi untuk anemia di kemudian hari. Selain itu, jika ibu mengalami anemia yang signifikan selama dua trimester pertama, ibu berisiko lebih besar untuk melahirkan lebih awal atau bayi berat badan lahir rendah. Mengalami anemia saat hamil juga membebani ibu dengan meningkatkan risiko kehilangan darah selama persalinan dan membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi.

baca juga : Cara Merawat Luka Jahitan Pasca Operasi Caesar Lebih Mudah dan Aman!!!

Selama kehamilan, tubuh ibu menghasilkan lebih banyak darah untuk pendukung pertumbuhan bayi. Jika ibu tidak mendapatkan cukup zat besi atau nutrisi tertentu lainnya, tubuh mungkin tidak dapat menghasilkan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan untuk membuat darah. Anemia bisa membuat ibu merasa lelah dan lemah. Jika parah dan tidak segera ditangani, bahaya anemia saat hamil yaitu dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti kelahiran prematur.

Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), Ketua Umum Perkumpulan Perinatologi Indonesia (PERINASIA) mengemukakan kondisi anemia pada ibu hamil sangat berbahaya. “Kondisi anemia pada ibu hamil memiliki gejala yang sama dengan anemia pada bukan ibu hamil, di antaranya cepat merasa lelah, jantung berdebar-debar, pusing, dan mata berkunang-kunang,” ujar dr. Ali. dr. Ali mengimbau para wanita hamil agar memperhatikan asupan gizi, terutama sebelum masa kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan atau screening saat hamil. Karena jika kadar hemoglobin rendah, ibu hamil berisiko mengalami keguguran.

“Ibu hamil yang memiliki kadar hemoglobin rendah berisiko mengalami abortus, pendarahan pasca persalinan, kelelahan dan bahkan kematian. Sedangkan risiko bagi janin yaitu pertumbuhan janin yang terhambat, prematuritas, kemungkinan bayi lahir cacat bawaan dan kematian,” jelas dr. Ali Sungkar. dr. Ali pun mengatakan jika anemia bukanlah sebuah penyakit namun sebuah gejala yang bisa dicegah.

Penjelasan singkat mengenai bahaya anemia saat hamil, antara lain :

  • Bisa menyebabkan persalinan prematuritas
  • Bisa terjadi abortus
  • Dapat terjadi infeksi
  • Terjadinya hambatan akan tumbuh kembang janin di dalam rahim
  • Terancam dekoinpensasi kordis (hb< 6gr%)
  • Mola hidatidosa
  • Dapat menyebabkan pecah dini ketuban
  • Hiperemesis gravidarum
  • Dapat menyebabkan pendarahan antepartum

Mencegah Terjadinya Anemia Saat Hamil

Nutrisi yang baik adalah cara terbaik untuk mencegah bahaya anemia saat hamil. Makan makanan tinggi kandungan zat besi (seperti sayuran berdaun hijau gelap, daging merah, sereal yang diperkaya, telur, dan kacang tanah) dapat membantu memastikan bahwa Anda menjaga pasokan zat besi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk berfungsi dengan baik. Dokter kandungan Anda juga akan meresepkan vitamin untuk memastikan bahwa Anda memiliki cukup zat besi dan asam folat. Pastikan Anda mendapatkan setidaknya 27 mg zat besi setiap hari. Jika Anda menjadi anemia selama kehamilan Anda, biasanya dapat diobati dengan mengonsumsi suplemen zat besi.

bahaya anemia saat hamil
bahaya anemia saat hamil

Semakin cepat ibu hamil memeriksakan diri maka semakin cepat pula anemia dapat ditangani. Pemeriksaan darah dapat membantu dokter dalam mengetahui apakah pasiennya terkena gejala anemia atau tidak. Dalam hal ini pemeriksaan darah meliputi:

  • Dilakukannya pemeriksaan hemoglobin yang berfungsi untuk mengukur jumlah hemoglobin-protein yang kaya akan zat besi yang berperan dalam membawa oksigen dari paru-paru menuju ke seluruh jaringan yang ada pada tubuh.
  • Pemeriksaan hematrokit yang berfungsi untuk mengukur persentase jumlah sel darah merah di dalam sampel darah.

baca juga : Makanan Yang Baik Sebelum Melahirkan Caesar, Wajib Bunda Coba!!!

Pencegahan bahaya anemia saat hamil bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi yang bisa didapatkan dari daging merah dan sayuran hijau. Penjabaran beberapa makanan yang kaya akan Zat Besi :

  • Bayam

Bagi wanita hamil sayuran hijau memiliki kandungan zat besi yang baik untuk menunjang kebutuhan zat besi tubuh mereka. Dalam 100 gram bayam tersimpan sekitar 2,9 mg. Untuk menghindari hilangnya kandungan zat besi terlalu banyak, ibu sebaiknya menghindari perebusan yang terlalu lama.

  • Tomat

Tomat merupakan salah satu produk tumbuhan yang bisa disebut dengan buah atau juga sayur.  Dalam satu cangkir tomat dapat ditemukan sekitar 3,39 mg zat besi. Bukan hanya itu namun tomat juga memiliki banyak kandungan baik berupa antioksidan untuk memperlambat proses penuaan pada tubuh. Hebatnya lagi tomat juga mengandung vitamin C yang bagus digunakan untuk membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh.

  • Kacang merah

Dibandingkan dengan kacang tanah, maka kacang merah masih kurang populer. Kacang merah memiliki banyak kandungan sehat seperti zat besi serta asam folat karbohidrat serta kalsium dan serat yang bagus untuk kesehatan terutama bagi ibu hamil.

  • Telur

Bukan hanya protein namun telur juga mengandung banyak nutrisi lainnya seperti vitamin D dan zat besi. Terutama bagi anak-anak maka telur merupakan makanan yang baik untuk menunjang pertumbuhan. (baca juga :Makan Putih Telur Pasca Operasi Caesar, Benarkah Mempercepat Penyembuhan Luka?)

  • Nasi putih

Bagi penduduk benua Asia, nasi putih menjadi makanan pokok yang tidak bisa ditinggalkan. Nasi putih merupakan sumber karbohidrat yang mengandung pula zat besi sekiatr 7,79 mg per cangkirnya. Nasi putih juga kaya akan zat mangan, rendah kandungan lemah jenuh, kolesterol serta sodium.

rekomendasi produk herbal

bahaya anemia saat hamil

bahaya anemia saat hamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *